Dark/Light Mode

Empat Kali Erupsi, Gunung Semeru Semburkan Kolom Abu Setinggi 800 Meter

Sabtu, 29 Maret 2025 11:34 WIB
Gunung Semeru di Jawa Timur alami erupsi
Gunung Semeru di Jawa Timur alami erupsi

RM.id  Rakyat Merdeka - Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur mengalami erupsi sebanyak empat kali dengan tinggi kolom letusan 500 meter hingga 800 meter di atas puncak pada Sabtu (29/3/2025) pagi.

"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari ini Sabtu, pukul 08.06 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 500 meter di atas puncak atau 4.176 meter di atas permukaan laut (mdpl)," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian dikutip dari laman Antara.

Abu vulkanik Semeru nampak berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah timur laut. Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 148 detik.

Baca juga : Apkasi Dukung Penuh Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih

Sebelumnya gunung tertinggi di Pulau Jawa itu erupsi pada pukul 04.46 WIB dengan tinggi kolom letusan mencapai 800 meter di atas puncak, dan beberapa menit kemudian kembali erupsi pada pukul 04.52 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati 800 meter di atas puncak.

Gunung Semeru erupsi kembali pada pukul 06.44 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 600 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 143 detik.

"Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi terkait dengan status waspada Gunung Semeru, yakni masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di 
sepanjang Besuk Kobokan sejauh delapan kilometer dari puncak (pusat erupsi)," tuturnya.

Baca juga : Industri Kimia Jadi Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Kemudian di luar jarak tersebut, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak.

"Masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar," katanya.

Masyarakat juga perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar hujan di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.