Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Direktur Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan mengapresiasi wawancara khusus Presiden RI Prabowo Subianto dengan tujuh jurnalis senior sekaligus pemimpin redaksi lintas media. Prabowo dinilai sangat pro dengan keterbukaan.
Bagi Iwan, ini menjadi pertama kalinya dalam sejarah Indonesia ada presiden yang berani berhadapan sendirian dengan tujuh pemimpin redaksi secara on the record dengan pertanyaan spontan selama empat jam.
“Wawancara berdurasi empat jam ini membahas sejumlah topik yang banyak menjadi perhatian publik, dan ini baru terjadi pertama kali dalam sejarah perjalanan Presiden Republik Indonesia. Bagi saya, yang dilakukan Presiden Prabowo ini merupakan hal yang sangat positif,” kata Iwan kepada wartawan di Jakarta, Selasa (8/4).
Baca juga : Presiden Beberin Data-data Ekonomi
“Presiden menjawab semua pertanyaan sulit yang diberikan dengan jelas dan tepat. Penguasaan beliau atas berbagai persoalan bangsa luar biasa,” lanjutnya.
Ia mengatakan sebelum-sebelumnya memang sering ada pertemuan dengan pemimpin redaksi membahas berbagai hal, tapi tidak pernah dibuat tanpa sensor on the record.
“Ini adalah bukti Presiden Prabowo memang pro keterbukaan informasi dan menguasai materi,” tukasnya.
Baca juga : Pegamat: Prabowo Akan Perkuat Kedaulatan Ekonomi Dalam Negeri
Iwan mengatakan penilaian 6 dari 10 atas kinerja pemerintah oleh Presiden dalam wawancara ini sendiri sangat fair. Ini artinya Presiden punya kesadaran masih banyak yang harus diperbaiki dari Pemerintahan yang ia pimpin, namun juga banyak keberhasilan yang sudah dicapai dalam waktu 150 hari.
Iwan menilai wawancara juga menegaskan pesan kepada publik bahwa Prabowo tidak anti atau tidak alergi dengan kritik. “Kalau kita perhatikan, pertanyaan bahkan kritikan para jurnalis tersebut sangat tajam menusuk dan pedas,” ujarnya.
Hal lain, dari wawancana Prabowo dengan para jurnalis senior tersebut menunjukkan bagaimana kualitas dan kapasitas Presiden Republik Indonesia yang bisa dikatakan secara intelektual dan emosional sangat munpuni.
Baca juga : Medan Tempur Baru Prabowo: Tarif Trump dan Tekanan Asimetris
Yang ketiga, menggambarkan bahwa semua kebijakan dan program yang dikeluarkan Prabowo sudah melalui kajian intelektual yang mumpuni, dari pemikiran yang mendalam dan visi yang jelas. Meski demikian, perangkat komunikasi presiden belum berhasil mengkomunikasikan semua itu kepada publik.
“Sehingga persepsi dan kesan publik terhadap presiden dan programnya tidak holistik,” ujarnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya