Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Penyidikan Korupsi Penyaluran Kredit Ekspor
KPK Maraton Periksa Mantan Direksi LPEI
Minggu, 13 April 2025 07:15 WIB
Sebelumnya
“Dari keterangan para saksi menyatakan, memang ada namanya ‘uang zakat’ yang diberikan oleh para debitur ini kepada direksi yang bertanggung jawab terhadap penandatanganan pemberian kredit tersebut,” ujar Budi.
Budi juga mengemukakan, ada benturan kepentingan antara direksi LPEI dengan PT PE. Mereka bersepakat untuk mempermudah proses pemberian kredit.
Menurutnya, jajaran direktur LPEI tidak melakukan kontrol kebenaran penggunaan kredit sesuai MAP. Lalu direktur LPEI memerintahkan bawahannya tetap memberikan kredit, meskipun sebenarnya tidak layak.
Baca juga : Pemerintah Sukses Bikin Petani Senang
Budi menyebut, PT PE memalsukan dokumen purchase order dan invoice yang menjadi underlying pencairan fasilitas. Perusahaan itu juga melakukan window dressing (menyulap positif) terhadap Laporan Keuangan (LK).
Lanjutnya, PT PE menggunakan fasilitas kredit tidak sesuai dengan tujuannya sebagaimana tertuang dalam perjanjian kredit dengan LPEI.
“Atas pemberian fasilitas kredit oleh LPEI khusus kepada PT PE ini, diduga telah mengakibatkan kerugian negara sebesar 60 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau setara 900 miliar, rupiah.” ungkap Budi.
Baca juga : RI Gencar Bernegosiasi & Genjot Kerja Sama ASEAN
Sementara Corporate Secretary LPEI Sam Malee mengatakan, proses hukum yang sedang berjalan itu merupakan penanganan kasus aset bermasalah LPEI yang penyalurannya terjadi sejak 2012.
“LPEI siap membantu dan mendukung dengan menyediakan data yang dibutuhkan aparat penegak hukum (APH),” katanya melalui keterangan tertulis, Selasa, 4 Maret 2025.
LPEI menegaskan komitmennya terhadap penegakan hukum dan memastikan akan selalu bersikap kooperatif serta transparan dalam mendukung berbagai proses penegakan hukum yang dilakukan oleh APH.
Baca juga : Jangan Takut Berantas Bandar Besar Di Jakarta
“LPEI senantiasa menjunjung tinggi tata kelola lembaga yang baik, berintegritas dalam menjalankan seluruh aktivitas operasional lembaga dan berkomitmen profesional dalam menjalankan mandatnya untuk mendukung ekspor nasional yang berkelanjutan,” tutur Sam. [YUD]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya