Dark/Light Mode

Siswa Masih Eksplorasi Minat Dan Bakat

Sistem Penjurusan Di SMA Mesti Dikaji Secara Matang

Rabu, 16 April 2025 07:25 WIB
Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani. (Foto: Dok. DPR RI)
Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani. (Foto: Dok. DPR RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wacana penerapan kembali model penjurusan IPA, IPS dan Bahasa di Sekolah Menengah Atas (SMA) mendapat beragam tanggapan dari sejumlah kalangan. Di dunia maya, sikap netizen juga terbelah. Ada yang mendukung, ada juga yang menolak gagasan tersebut.

Dosen Pendidikan Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya Ahmad Hidayatullah sepakat dengan wacana pengembalian sistem penjuruan di SMA. Kebijakan itu bisa mendorong fokus siswa dan belajar lebih efisien.

“Pengembalian jurusan membuat siswa tidak terbebani dengan materi yang tidak relevan dengan minat mereka. Nantinya, mereka juga lebih siap ke jenjang pendidikan lebih tinggi, yang sudah memiliki jurusan-jurusan,” ujar Ahmad di Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Selasa (15/4/2025).

Baca juga : Bawaslu Gandeng Polisi & Jaksa

Menurutnya, model penjurusan IPA, IPS dan Bahasa, tak akan mempersempit pengetahuan siswa. Sebab, setiap jurusan akan tetap mendapatkan porsi ilmu sesuai penjurusannya.

“Selama ini, meski ada jurusan IPS, mereka (murid) juga tetap mendapatkan pelajaran matematika. Tapi, sesuai porsinya. Anak IPA juga masih mendapatkan pelajaran ilmu sosial sesuai porsinya,” jelas alumni Doctoral School of Education, University of Szeged ini.

Menurut Ahmad, peniadaan jurusan di SMA justru akan membuat siswa mendapat banyak mata pelajaran yang melemahkan penguasaan terhadap materi.

Baca juga : WIKA Sukses Kantongi Kontrak Rp 2,16 Triliun

Selain itu, dia juga mendorong peran aktif insan pendidikan menghilangkan anggapan jurusan IPA lebih unggul dibanding jurusan lain, yamg ada di tengah masyarakat.

“Dalam social cognitive theory, guru memiliki peran penting membangun kepercayaan diri siswa dalam masing-masing jurusan,” imbuhnya.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani menilai, pemberlakuan penjurusan IPA, IPS dan Bahasa di tingkat SMA perlu dikaji matang sebelum kembali diterapkan. Sebab, siswa SMA masih berada dalam masa eksplorasi minat dan bakat.

Baca juga : Airlangga: Sektor Energi Diminati Investor Rusia

“Sistem penjurusan dikhawatirkan membatasi ruang eksplorasi mereka. Karenanya, harus dikaji matang sebelum kembali diterapkan,” ujarnya.

Irfani juga meminta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mempertimbangkan persoalan konsistensi arah kebijakan pendidikan nasional. Sebab, perubahan yang terjadi secara terus menerus, akan membingungkan satuan pendidikan.

“Perubahan yang terlalu cepat, tanpa jeda dan transisi yang memadai akan membingungkan satuan pendidikan. Itu bisa melemahkan proses implementasi di lapangan,” jelasnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.