Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Siswa Masih Eksplorasi Minat Dan Bakat
Sistem Penjurusan Di SMA Mesti Dikaji Secara Matang
Rabu, 16 April 2025 07:25 WIB
Sebelumnya
Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan, pihaknya kembali memberlakukan penjurusan IPA, IPS dan Bahasa di jenjang Sekolah Menengah Atas guna menunjang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Menurutnya, kehadiran TKA sebagai salah satu pertimbangan dalam penerimaan mahasiswa baru di tingkat perguruan tinggi akan mulai diuji coba diberlakukan pada murid jenjang kelas 12 atau kelas 3 SMA pada November tahun ini.
Nantinya, TKA berbasis mata pelajaran untuk membantu para pihak, terutama murid yang melanjutkan ke perguruan tinggi.
Baca juga : Bawaslu Gandeng Polisi & Jaksa
“Nah, karena tesnya berbasis mata pelajaran, jurusan akan kami hidupkan lagi. Jadi akan ada lagi jurusan IPA, IPS dan Bahasa,” kata dia.
Di media sosial X, sikap netizen soal wacana pengembalian penjurusan terbelah. Ada yang mendukung dan menolak wacana tersebut.
“Dikembalikannya penjurusan di SMA seperti masa lalu, merupakan kebijakan yang paling realistis di tengah keterbatasan jumlah guru ASN dan adanya regulasi guru harus mengajar minimal 24 jam seminggu agar mendapat tunjang profesi guru,” tulis akun @AbyaanDaffa.
Baca juga : WIKA Sukses Kantongi Kontrak Rp 2,16 Triliun
“Saya lebih setuju di SLTA ada penjurusan. Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, bidang yang mereka pelajari harus makin spesifik. Harapannya, saat lulus SLTA, para siswa sudah menemukan passion dirinya di bidang apa dan pilihan jurusan kuliahnya nyambung dengan passion tersebut,” timpal akun @Jumadi28660407.
Sementara, akun @articwhaless memiliki pendapat berbeda.
“Berubah-ubah mulu. Yang bingung siswanya. Biarin kayak gini aja sih, tanpa penjurusan. Jadi pas daftar kuliah, nggak ada tuntutan harus lulusan dari jurusan ini dan itu,” ujarnya.
Baca juga : Airlangga: Sektor Energi Diminati Investor Rusia
“Ganti menteri ganti kebijakan lagi. Kebiasaan banget dah. Saran gue jangan buru-buru ganti kebijakan. Dikaji dulu,” kata akun @manggabaaaacang.
“Dengan penjurusan atau tanpa penjurusan, kalau syarat cari kerja di Indonesia masih kaku, ya percuma,” sahut akun @210987329_. [SSL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya