Dark/Light Mode

Tawarkan Banyak Keuntungan, Ahmad Luthfi Ajak 100 Investor Dari 5 Negara Investasi Di Jateng

Rabu, 16 April 2025 07:20 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi (tengah),saat bertemu 100 investor dari China, Malaysia, Singapura, Hongkong, dan Indonesia dalam acara Indonesia Investment Summit di Swissotel kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) Jakarta, pada Selasa (15/4/2025). (Foto: Dok. Pemprov Jateng)
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi (tengah),saat bertemu 100 investor dari China, Malaysia, Singapura, Hongkong, dan Indonesia dalam acara Indonesia Investment Summit di Swissotel kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) Jakarta, pada Selasa (15/4/2025). (Foto: Dok. Pemprov Jateng)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi terus melakukan langkah aktif untuk menarik investasi ke wilayahnya. Salah satunya dengan menawarkan langsung investasi kepada 100 investor dari berbagai negara. 

Tawaran investasi itu disampaikan oleh Ahmad Luthfi saat bertemu 100 investor dari China, Malaysia, Singapura, Hongkong, dan Indonesia dalam acara Indonesia Investment Summit di Swissotel kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) Jakarta, pada Selasa (15/4/2025).

Dalam kesempatan itu, Luthfi mengatakan, banyak keuntungan yang diperoleh investor bila nenanamkan modalnya di Jateng, mulai dari keamanan karena tak ada premanisme, kepastian hukum, kemudahan tahapan perizinan secara online, ketersediaan tenaga kerja profesional hingga, hingga upah yang kompetitif. 

Luthfi menambahkan, secara regulasi, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jawa Tengah yang menyasar pada infrastruktur di tahun 2025 dan swasembada pangan di 2026 disebutnya jadi keuntungan bagi investor. 

Baca juga : MIF 2025 Siap Fasilitasi 700 Lebih Investor Asing Investasi Di Indonesia

Mantan Kapolda Jateng itu menekankan, bahwa di Jateng tak ada premanisme kepada investor.

Ia menjamin keamanan dan kepastian hukum diberikan pada semua investor yang masuk di Jateng. 

"Investor tidak boleh diganggu, tak ada premanisme. Malpraktek, premanisme minta-minta tidak boleh. Semuanya sesuai hukum," tegas Luthfi. 

Lebih lanjut Lufthi menjelaskan,  bahwa tak boleh ada organisasi massa atau siapapun yang melakukan tindakan premanisme yang mengganggu investasi.

Baca juga : Seniman Kaligrafi Tiongkok-Indonesia Gelar Pameran Di Tangerang

Ia telah menerapkan hal itu semenjak aktif di kepolisian. Jika ada yang mengganggu, perusahaan bisa langsung melapor.

"Lapor langsung boleh, apalagi rumah gubernur itu adalah rumah rakyat," ucapnya.

Ia juga mengajak kepada investor untuk bedhol pabrik (memindahkan pabriknya) ke Jawa Tengah, karena wilayah ini sistem pengupahannya bisa dikompromikan secara tripartit antara perusahaan, buruh, dan pemerintah. Hal itu sesuai dengan ketentuan hubungan industrial. 

Perihal perizinan, Luthfi mengatakan semua dilakukan secara online. Aturan itu guna menghindari birokrasi yang berbelit. Investor juga bisa memantau progres pengajuan perizinannya. Jika ada sumbatan maka bisa segera melaporkan.

Baca juga : Gelar MIF 2025, Bank Mandiri Proyeksi 700 Investor Global Investasi Di Indonesia

Di sisi lain kepala dinas siap mengawal perizinan tersebut. Kondisi infrastruktur jalan, terutama jalur-jalur ekonomi juga menjadi prioritas perbaikan dan perawatan. Sehingga distribusi barang akan lancar dan menguntungkan secara bisnis. 

Sementara itu, Ketua Asian Trade Tourism and Economic Council (ATTEC), Budiharjo Iduansjah mengapresiasi langkah Gubernur yang siap dengan kehadiran investor. 

Kegiatan yang diprakarsai ATTEC itu menjembatani investor dengan semua daerah di Indonesia. 

"Jateng punya lahan sangat luas. Sangat tepat untuk industri apa saja," kata Budiharjo.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.