Dark/Light Mode

Danantara Dibutuhkan Buat Topang Perekonomian

Pemerintah Diharapkan Kebut Fase Konsolidasi

Kamis, 24 April 2025 07:05 WIB
Danantara. (Foto: Dok. Danantara)
Danantara. (Foto: Dok. Danantara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Proses konsolidasi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) diharapkan cepat tuntas. Sebab, peranannya diyakini bisa menopang kinerja Pemerintah dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen.

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah menegaskan, tantangan pertumbuhan ekonomi tidak hanya dari dalam negeri saja. Tetapi juga dipengaruhi kondisi ekonomi global.

Bila Danantara masih dalam tahap konsolidasi, diharapkan Trubus, bisa dipercepat agar selanjutnya bisa langsung menjalin sinergi dengan berbagai pihak untuk menyiapkan peta jalan investasi.

Termasuk sinergi dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas). Apalagi, Danantara dan Bappenas sudah melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), beberapa waktu lalu, dalam rangka mengejar target pertumbuhan ekonomi 8 persen.

Baca juga : Posisi LG Digantikan Investor Asal China

Trubus menyadari, butuh waktu untuk konsolidasi dan menyusun perencanaan yang matang. Karena, Danantara dan Bappenas mesti menggunakan instrumen investasi yang sesuai dengan kondisi global.

“Karena perubahannya begitu dinamis,” ujar Trubus kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Trubus berharap, kebijakan investasi nanti bisa menyerap tenaga kerja di dalam negeri.

Ia menekankan, perencanaan investasi tidak hanya sekedar menarik investor asing masuk ke Indonesia saja. Tetapi juga harus mampu membuat industrinya bertahan dan berkesinambungan.

Baca juga : 12 Titik Di Jakarta Utara Diramal Terendam Banjir

Karenanya, ia juga berharap, kehadiran Danantara benar-benar mampu mempercepat pembiayaannya pada sektor prioritas nasional, yang juga berdasarkan kajian bersama Bappenas.

“Pro kontra pasti akan ada. Tapi tetap harus punya optimisme kehadiran Danantara bisa mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia,” katanya.

Di lain kesempatan, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengakui, Danantara butuh waktu untuk konsolidasi secara internal.

Sehingga sejumlah target merger (penggabungan) perusahaan BUMN masih terus berproses. Ia tak ingin, buru-buru mengejar proses merger BUMN setelah peralihan pengelolaan ke Danantara.

Baca juga : Atletico Madrid Vs Rayo Vallecano, Peluang Atletico Juara Setipis Tisu

“Danantara ini kan baru lahir, kan ada (holding) investasi dan operasional. Kami (Kementerian BUMN) dalam posisi (memutuskan) merger atau menutup (perusahaan), tentu perlu konsultasi dengan Danantara. Jangan saya nge-push, misalnya merger Pelni ya, besok, kan dia juga lagi konsolidasi,” tegas Erick di Jakarta, Selasa (22/4/2025).

Erick memastikan, proses merger BUMN akan mengacu pada peta jalan (roadmap) yang sudah disusun Kementerian BUMN.

Menurutnya, ada 45 program prioritas yang telah disusun selama 5 tahun ke depan. Namun dengan adanya pelimpahan kewenangan ke Danantara, seperti merger, maka tak menutup kemungkinan program-program tersebut akan berkurang.

“Program saya nggak jadi 45, mungkin 35. Ini kami lagi berbenah,” ungkapnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.