Dark/Light Mode

Berantas Penyalahgunaan Narkoba

BNN Tingkatkan Kemampuan Agen Pemulihan Program IBM

Senin, 28 April 2025 07:25 WIB
Deputi Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN), Bina Ampera Bukit. (Foto: Instagram/luckyhakimofficial)
Deputi Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN), Bina Ampera Bukit. (Foto: Instagram/luckyhakimofficial)

RM.id  Rakyat Merdeka - Narkoba masih menjadi ancaman dan tantangan terbesar Indonesia dalam menyongsong Generasi Emas. Angka prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia mencapai 1,73 persen, atau setara dengan 3,3 juta jiwa penduduk.

Deputi Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN), Bina Ampera Bukit menegas­kan, pihaknya terus mengasah kemampuan dalam Pencegahan dan Pemberantasan Penyalah­gunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Indonesia. Salah satu amunisi yang dimiliki pihaknya dalam memerangi narkoba, program Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM).

Selama ini, kata Bima, garda terdepan dalam program IBM adalah para agen pemulihan yang bertugas mendampingi penyalah­guna narkoba dengan layanan re­habilitasi ringan. Sebab itu, mereka kembali menggelar pelatihan peningkatan kemampuan bagi para pendamping agen pemulihan angkatan ketiga yang dilakukan secara daring, Senin (21/4/2025).

"Intinya, IBM adalah pelayanan komunitas dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat," ujar Bima dalam keterangannya, dikutip Minggu (27/4/2025).

Dia menegaskan, peningkatan kemampuan para agen pemuli­han sangat penting. Berdasar­kan hasil penelitian Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) tahun 2020, agen pemulihan dalam IBM menunjukan ada kefektifan yang nyata dalam meningkatkan motivasi perubahan dan menurunkan frekuensi pemakaian narkoba.

Baca juga : Bupati Indramayu Jalani Sanksi Naik Kereta Api Ke Kemendagri

"Aksi ini menunjukkan komit­men BNN untuk terus memper­luas jangkauan layanan rehabili­tasi dan menekan angka preva­lensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia," ujarnya.

Bima memastikan, BNN akan terus berupaya meningkatkan peran serta masyarakat dalam melakukan intervensi berkelan­jutan terhadap penyalahguna narkoba yang diselenggarakan oleh masyarakat, dari masyara­kat, dan untuk masyarakat. Dengan begitu keterbatasan ak­ses terhadap rehabilitasi karena faktor geografis, biaya, maupun stigma negatif masyarakat dapat diminimalisir.

Dia meyakini, layanan rehabilitasi berbasis komunitas me­lalui IBM dapat berjalan dengan baik dan menjangkau lebih banyak penyalahguna narkoba, terutama mereka yang masih dalam tahap coba pakai atau kecanduan ringan.

"Ke depan, BNN berharap akan semakin banyak bermunculan IBM-IBM aktif yang mengedepankan upaya rehabilitasi mandiri untuk menolong pe­candu narkoba. Ini akan menjadi tolak ukur pemahaman masyara­kat bahwa upaya rehabilitasi bukanlah hal yang menakutkan, melainkan solusi terbaik dalam penanganan penyalahgunaan narkoba," tuturnya.

Terpisah, Lurah Nanggewer, Cibinong, Bogor, Eva Fauziah menyampaikan, program IBM yang digagas BNN telah diterapkan didaerahnya. Pada program ini mereka membentuk Pos Pelayanan yang diberi nama IBM 2 BINTANG telah berhasil menampung 12 klien rehabilitasi dengan kategori kasus ketergan­tungan narkoba ringan hingga sedang.

Baca juga : Ada Ruangan Untuk Koleksi Helm Mahal

Menurutnya, apa yang tengah dilakukan perangkat kelurahan Nanggewer membuktikan bah­wa masyarakat mulai percaya, rehabilitasi bukanlah momok yang menakutkan. Rehabili­tasi adalah upaya terbaik guna menolong pecandu lepas dari jeratan narkoba.

"Kami berhasil membawa Ke­lurahan Nanggewer berada pada Fase Tangguh. Satu tahap sebe­lum Fase Prima, dimana pada Fase Prima suatu wilayah dapat dikategorikan sebagai Kawasan Bersih Narkoba," ujarnya.

Eva menjelaskan, terdapat 25 perusahaan yang tersebar di kawasan yang dipimpinnya. Pesatnya pembangunan industri di kelurahan Nanggewer, ber­dampak pada tingginya jumlah penduduk yang datang mengadu nasib di wilayahnya.

"Ini menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga keaman­an lingkungannya dari penyalahgunaan narkoba. Namun, capaian yang telah kami raih dalam memajukan program IBM terus berkembang. Targetnya, hingga mencapai fase teratas, yakni Fase Prima," tuturnya.

Perang terhadap narkoba juga tak pernah berhenti menjadi pembahasan netizen di media sosial X. Pasalnya, barang haram itu benyak merusak kehidupan dan perekonomian masyarakat.

Baca juga : Layanan Transportasi Harus Sistematis Dan Terintegrasi

"Jaman sekarang, bentuk nar­koba sudah macam-macam. Jagalah anak-anak dan lingkungan kita dari ancaman Narkoba," cuit akun @maribergeraksmasma_. "Buat Gen Z yang anggap pakai narkoba itu keren, sadar lah. Narkoba itu merusak. Jangan mau terlibat dalam pergaulan yang salah," timpal akun @stecu33344422.

"Untuk pengguna yang mau tobat dan butuh rehab, jangan ragu untuk menginformasikan diri ke kelurahan, karena ada petugas agen pemulihan. Mereka dengan senang hati membantu kalian lepas dari jerat narkoba," tulis akun @musdalif4h. "Saya usul, di setiap sekolah diada­kan sosialiasi pencegahan nar­koba secara rutin," pinta akun @gemasbanget. [SSL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.