Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pengisian Posisi Wakil Panglima TNI, Pengamat: Politik Akomodatif Internal
Minggu, 4 Mei 2025 08:33 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dalam waktu dekat, Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) berencana mengangkat Wakil Panglima sebagai pejabat baru di lingkungan Markas Besar (Mabes) TNI.
Hal ini terungkap dalam rapat kerja bersama Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) pada Rabu (30/4/2025).
Pengangkatan Wakil Panglima TNI diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 66 Tahun 2019 tentang Susunan Organisasi TNI.
Menanggapi hal tersebut, pengamat politik sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Point Indonesia Karel Susetyo menyatakan, meskipun posisi Wakil Panglima TNI telah diatur secara jelas, peran dan fungsinya belum bersifat mendesak.
Baca juga : Kapolri Namanya Prabowo, Panglima TNI Subiyanto, Presiden-nya Prabowo Subianto
Selama ini, fungsi tersebut secara efektif telah dijalankan oleh Kepala Staf Umum (Kasum) dan Kepala Staf Teritorial (Kaster) TNI.
"Namun di sisi lain, pengangkatan Wakil Panglima saat ini dapat menjadi solusi atas isu rotasi antarmatra dalam penunjukan Panglima TNI," tutur Karel dalam pesan singkat kepada RM.id, Minggu (4/5/2025).
Sesuai giliran, seharusnya jabatan Panglima TNI diisi oleh perwira dari matra udara.
Dengan demikian kata dia, Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau), Marsekal Tonny Harjono, memiliki peluang besar untuk menjabat sebagai Panglima TNI menggantikan Jenderal Agus Subiyanto.
Baca juga : Aliansi Mahasiswa Nilai Pengesahan UU TNI Bikin Prajurit Lebih Adaptif
Sebagaimana diketahui, Jenderal Agus Subiyanto akan memasuki masa pensiun pada Agustus tahun ini.
Namun, berdasarkan Undang-Undang Tentang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI) Nomor 3 Tahun 2025, masa dinas aktifnya dapat diperpanjang hingga usia 63 tahun, tergantung pada keputusan Presiden.
"Apabila Presiden Prabowo Subianto memperpanjang masa dinas Agus Subiyanto dan kembali mengangkatnya sebagai Panglima TNI, maka peluang bagi matra lain untuk menduduki posisi tersebut tertutup," kata Karel.
Oleh karena itu lanjut dia, keberadaan Wakil Panglima TNI dapat berfungsi sebagai bentuk akomodasi bagi matra selain Angkatan Darat (AD), agar tetap mendapat ruang dalam kepemimpinan tertinggi di Mabes TNI.
Baca juga : Menhan & Panglima TNI Berduka, Doakan Paus Mendapat Tempat Terbaik
Secara politik, jabatan Wakil Panglima TNI juga menjadi simbol soliditas kepemimpinan TNI pada masa pemerintahan Prabowo.
"Hal ini sekaligus menghindarkan kesan "AD-sentris" di Mabes TNI," imbuhnya.
Menurutnya, meskipun secara struktural tidak memiliki peran besar dalam rantai komando, simbolisasi ini dinilai penting untuk meredam kritik terkait rotasi antarmatra dalam suksesi Panglima TNI mendatang.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya