Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Dorong Peningkatan Kewaspadaan
Panglima TNI Ingatkan Ancaman Perang Siber
Minggu, 9 Februari 2025 07:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengingatkan seluruh jajarannya meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman dari ruang siber. Pasalnya, perkembangan teknologi informasi saat ini memiliki pengaruh signifikan terhadap gangguan pertahanan dan kemanan nasional.
“Saat ini, banyak pihak memiliki akses terhadap teknologi informasi untuk mengancam integritas suatu negara dan bangsa. Serangan atau perang siber merupakan konflik yang melibatkan penggunaan dan penargetan komputer serta jaringan. Ini memanfaatkan keunggulan teknologi informasi sebagai senjata,” ujar Agus dalam keterangannya dikutip, Sabtu (8/2/2025).
Dia menegaskan, aspek militer kini sudah mencakup doktrin, taktik, teknik bertempur dan cara berperang yang lebih kompleks, dengan ruang siber sebagai medan operasi baru.
Baca juga : Bupati Karawang Kini Berlabuh Ke Gerindra
Sebab itu, kehadiran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), perkembangan revolusi industri 4.0 dan society 5.0, pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) di tengah masyarakat, harus dilihat sebagai kemajuan yang memiliki nilai positif sekaligus tantangan yang harus diantisipasi.
“Dalam konteks pertahanan dan keamanan nasional, ancaman siber telah menjadi tantangan multidimensi yang tidak bisa diabaikan,” ucapnya.
Lebih lanjut, mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ini mengingatkan, serangan siber seperti phishing, ransomware dan upaya pelanggaran data, akan mengintai infrastruktur informasi vital setiap detik. Karena itu, kewaspadaan kolektif dan kompetensi teknis menjadi tulang punggung pertahanan institusi.
Baca juga : KPK Sita Empat Aset Tersangka
Serangan siber, lanjut dia, tidak hanya mengancam infrastruktur teknologi informasi, tapi juga dapat berdampak pada operasional militer, keamanan nasional dan kedaulatan negara.
“Kesiapan dalam menghadapi ancaman ini menjadi kewajiban bersama,” cetus Agus.
Terpisah, Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC Pratama Persadha memprediksi, sejumlah ancaman siber yang akan dihadapi Indonesia tahun ini. Ancaman pertama, serangan siber menggunakan AI.
Baca juga : Sikat Koruptor, KPK Dan Kejagung Sama-sama Ngegas
“AI akan dijadikan agen yang mampu merencanakan dan bertindak secara independen untuk mencapai tujuan tertentu. Kemajuan AI berpotensi dieksploitasi oleh pelaku ancaman,” ujarnya.
Ancaman kedua, lanjut Pratama, pig butchering (penipuan keuangan jangka panjang), phishing suara (vishing) dan deepfake yang semakin sulit dideteksi.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya