Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menargetkan pendistribusian sedekah kurban dari mudohi atau orang yang melaksanakan ibadah kurban 2025 untuk rakyat Palestina.
"Kita akan mendistribusikan kurban tahun ini ke Palestina," kata Deputi Baznas Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Imdadun Rahmat dalam konferensi pers bertemakan "Kurban Berkah Baznas: Cahaya Bagi Mudohi dan Mustahik" di Kantor Baznas, Matraman, Jakarta, Jumat (9/5/2025).
Imdadun Rahmat menambahkan, rencana ini berdasarkan usulan dari mudohi yang mengamanahkan sedekah kurbannya kepada Baznas.
"Karena dari tim penghimpunan juga menampung usulan dari para mudohi yang berniat kurban untuk saudara-saudara kita di Palestina, maka kita akan distribusikan ke Palestina," ungkap Imdadun.
Baca juga : Temui Petani Kupang, Gibran Serahkan Bantuan Alsintan
Di kesempatan sama, Ketua Baznas KH Noor Achmad menuturkan, target pengumpulan hewan kurban setara domba atau kambing (doka) sebanyak 7.000 ekor oleh Baznas Pusat.
Target tersebut belum termasuk kontribusi dari Baznas Daerah dan lembaga mitra lainnya, baik di tingkat daerah maupun nasional.
"Rinciannya 4.291 ekor doka, 312 ekor sapi, serta 75 ekor sapi yang akan diolah menjadi produk kalengan. Nilai total hewan kurban yang ditargetkan mencapai sekitar Rp 21 miliar dengan asumsi rata-rata harga doka Rp 3 juta per ekor," ujar Kiai Noor.
"Ini bukan sekadar angka, tetapi upaya Baznas untuk memperluas manfaat kurban bagi umat. Daging kurban nantinya akan disalurkan hingga ke pelosok Indonesia, termasuk ke Palestina, guna membantu warga yang terdampak krisis kemanusiaan," lanjutnya.
Baca juga : Arahan Mensos, Pemda Diminta Siapkan Lahan 8 Hektare Untuk Sekolah Rakyat
Noor menjelaskan, target 7.000 ekor doka merupakan akumulasi kebutuhan yang dihitung berdasarkan hasil evaluasi distribusi tahun sebelumnya. Ditambah peningkatan partisipasi masyarakat dan potensi penyaluran tahun ini.
Pencapaian target tersebut, sambungnya, akan didukung dengan strategi penguatan kanal distribusi, pemanfaatan teknologi digital dalam kemudahan untuk calon mudohi menunaikan ibadah kurban, serta kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan mitra strategis dan peternak lokal binaan Baznas.
Sumber hewan kurban nantinya berasal dari dua penyuplai, yakni pasar umum dan Balai Ternak Baznas. Tahun ini, sebanyak 3.250 ekor doka akan disediakan oleh 54 balai ternak binaan Baznas yang tersebar di seluruh Indonesia, sementara sisanya dipenuhi dari pasar umum.
"Adanya peternak binaan Baznas sebagai penyuplai hewan kurban, ini tidak hanya bermanfaat secara spiritual dan sosial, tetapi juga secara ekonomi bagi mustahik peternak di berbagai daerah," ucapnya.
Baca juga : Menko Imin Luncurkan Sentra Cipta Mandiri Untuk Atasi Kemiskinan
Pendistribusian hewan kurban, diterangkan Noor, akan difokuskan ke wilayah-wilayah prioritas yang selama ini minim distribusi kurban.
"Distribusi kurban akan difokuskan pada wilayah dengan tingkat kemiskinan ekstrem, lembaga, yayasan, panti, pondok pesantren pra-sejahtera, daerah terdampak bencana, wilayah dengan kasus stunting, serta wilayah lain yang menghadapi isu-isu kemanusiaan," jelas ia.
Kiai Noor optimistis adanya dukungan masyarakat, target 7.000 doka tahun ini akan tercapai. Bahkan bisa terlampaui sebagaimana tren peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya.
"Baznas mengajak seluruh masyarakat Indonesia, khususnya calon mudohi untuk menunaikan ibadah kurban melalui Baznas, berkurban yang terbaik sesuai syariah dan sepenuhnya untuk kemaslahatan umat," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya