Dark/Light Mode

Menag Dorong Ekoteologi Dan Cinta Jadi Dasar Utama Program Pendidikan Islam

Minggu, 11 Mei 2025 05:49 WIB
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar dalam Rapat Koordinasi Program Prioritas (Protas) Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama di Jakarta, Jumat (9/5/2025). Foto: Ist
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar dalam Rapat Koordinasi Program Prioritas (Protas) Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama di Jakarta, Jumat (9/5/2025). Foto: Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak jajaran Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama untuk menjadikan ekoteologi dan cinta sebagai dasar utama dalam merancang program-program pendidikan Islam. Hal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Program Prioritas (Protas) di Jakarta, Jumat (9/5/2025).

“Kita ingin menampilkan ontology yang berbeda dari teologi maskulin yang selama ini kita kembangkan, sebuah teologi yang secara konvensional dianut oleh kita semua,” ujar Menag.

Dalam forum yang juga menghadirkan tokoh cendekiawan muslim Haidar Bagir ini, Menag menekankan bahwa pendekatan cinta tidak hanya terbatas antar-manusia, tetapi juga merangkul alam semesta.

Baca juga : Wamen ATR Ingin STPN Jadi Pusat Unggulan Pendidikan Pertanahan Yogyakarta

“Yang kita inginkan adalah memanusiakan manusia, bahkan disamping ini memanusiakan alam semesta, memanusiakan binatang, memanusiakan alam,” jelasnya.

Menurut Imam Besar Masjid Istiqlal itu, teologi selama ini terlalu rasional dan kurang menyentuh sisi terdalam kemanusiaan. Ia menyadari gagasan seperti memanusiakan alam terdengar aneh, namun justru penting dalam membentuk paradigma baru yang selaras dengan nilai-nilai agama.

“Memang kalimat-kalimat aneh, bagaimana secara ontology selama ini kita memaknai alam itu sebagai benda mati saja, sebagian ada benda hidup, ada yang biologis dan ada yang non biologis,” tambahnya.

Baca juga : Menhan RI Dorong Kerja Sama Strategis Pertahanan & Industri Inovatif AS

Sementara itu, Dirjen Pendidikan Islam, Suyitno, menambahkan bahwa penerjemahan gagasan ekoteologi dan cinta akan dilakukan melalui program-program konkret seperti Green Madrasah, Green Campus, dan madrasah berbasis Adiwiyata.

“Riset-riset ke depan akan diarahkan kepada riset-riset yang berdampak, mencarikan solusi agar semua kepentingan layanan Kementerian Agama dilakukan penguatan riset dari kampus-kampus maupun LP2M yang ada,” ujarnya.

Senada, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Sahiron memaparkan bahwa standarisasi sarpras dan green campus akan menjadi bagian penting dalam penguatan ekoteologi. Selain program internasionalisasi, peningkatan akreditasi, employability, digitalisasi layanan, penguatan riset, penguatan vokasi dan penguatan PTKIS.

Baca juga : Menuju Indonesia Emas 2045, Ini Kontribusi Pertamina Untuk Sektor Pendidikan

“Standarisasi sarpras dan green campus, yang ini nanti ada hubungannya dengan ekoteologi,” kata Sahiron.

Agenda Rakor Protas ini juga dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kemenag Kamaruddin Amin, Ses Ditjen Pendis Arskal Salim GP, Direktur Pesanten Basnang Said, Direktur KSKK Madrasah Nyayu Khodijah, Direktur PI Munir, dan Direktur GTK Madrasah Thobib Al Asyhar, staf khusus dan staf ahli Menag, serta seluruh rektor PTKI se-Indonesia secara daring.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.