Dark/Light Mode

Terpilihnya Paus Leo XIV Buka Ruang Dialog Antarumat Beragama

Senin, 12 Mei 2025 18:42 WIB
Dewan Pakar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Bidang Strategi Hubungan Luar Negeri Dr Darmansjah Djumala. Foto: Istimewa
Dewan Pakar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Bidang Strategi Hubungan Luar Negeri Dr Darmansjah Djumala. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Dewan Pakar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Bidang Strategi Hubungan Luar Negeri Dr Darmansjah Djumala meyakini, terpilihnya Paus Leo XIV sebagai pemimpin tertinggi gereja Katolik di Vatikan akan membuka lebar ruang dialog antar umat beragama di dunia.

Hal itu, katanya, dapat dilihat dalam pidato pertama Kardinal Robert Francis Prevost ketika terpilih sebagai Paus, pada 8 Mei 2025 yang lalu. Paus Leo XIV berjanji, akan melanjutkan misi yang sudah dilakukan oleh pendahulunya, Paus Fransiskus yang wafatnya pada 21 April 2025.

"Hal itu sejalan dengan visi kepausannya yang ingin membangun jembatan dan dialog dalam upaya menciptakan perdamaian dunia," kata Djumala dalam keterangan tertulis, Senin (12/5/2025).

Djumala berharap. Paus Leo XIV bersama umatnya mencari kedamaian dan keadilan, membangun jembatan dan dialog serta mengajak umat manusia untuk menunjukkan kasih kepada siapa pun.

Baca juga : Paus Leo XIV Diselamatin Putin, Trump Hingga Faksi Hamas Palestina

Mantan Duta Besar RI untuk Austria dan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) ini secara khusus menggarisbawahi misi Paus Leo XIV yang ingin membangun kedamaian dan keadilan bagi umat di dunia. Misi Paus ini, sungguh relevan dengan nilai-nilai yang dikembangkan Indonesia dalam hubungan luar negeri.

Dia mengungkapkan bahwa pada pertemuannya dengan Paus Fransiskus di Vatikan, 3 Februari lalu, Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri menyampaikan bahwa Pancasila mengandung nilai-nilai universal yang berlaku bagi seluruh umat manusia di seluruh dunia.

Pembicaraan Megawati dan Paus Fransiskus saat itu menyinggung penganugerahan PBB melalui UNESCO berupa status Memory of the World bagi pidato Pancasila Bung Karno berjudul “To Build the World Anew” di Sidang Umum PBB, New York, pada 30 September 1960.

"Dengan penganugerahan itu sejatinya nilai Pancasila sudah diakui dunia sebagai nilai-nilai universal yang selaras dengan nilai-nilai kebajikan semua negara di dunia," kata Djumala.

Baca juga : Jonan Bersyukur Paus Leo XIV Terpilih, Harap Bawa Perdamaian Dan Cinta Kasih

Kepala Sekretariat Presiden/Sekretaris Presiden Jokowi periode pertama ini juga melihat ada relevansi yang erat antara nilai Pancasila dengan misi yang akan dijalankan oleh Paus Leo XIV.

Dijelaskannya, di dalam Pancasila ada nilai keadilan yang dikandung dalam sila ke-5 Keadilan Sosial. Sedangkan misi perdamaian yang akan diemban oleh Paus Leo XIV juga senafas dengan Pembukaan UUD 1945 yang menitahkan agar Indonesia ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Djumala menyatakan, apresiasinya secara spesifik terhadap statetement Paus Leo XIV yang ingin membangun dialog dan jembatan. Dia mengatakan perdamaian hanya bisa dibangun di atas saling pengertian dan saling menghormati sesama pemeluk agama di dunia.

Dalam konteks ini, dia menilai penting program dialog antar umat beragama (interfaith dialog) antara Indonesia dan Vatikan.

Baca juga : 10 Hal Tentang Paus Leo XIV, Ternyata Dia Sarjana Matematika dan Hobi Main Tenis

"Melalui program dialog antar umat beragama ini nantinya akan terbangun jembatan saling pengertian dan saling menghormati antara umat beragama. Dalam jangka panjang program dialog seperti itu akan menebar benih perdamaian bagi umat manusia di seluruh dunia," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.