Dark/Light Mode

Pecalang Tolak Preman Berkedok Ormas Di Bali

Senin, 19 Mei 2025 07:25 WIB
Pecalang. (Foto: Antara Foto)
Pecalang. (Foto: Antara Foto)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pecalang Bali menyatakan sikap menolak kehadiran preman berkedok ormas. Adanya pecalang dianggap sudah cukup untuk menjaga keamanan Pulau Dewata dalam bingkai adat dan budaya asli Indonesia.

Ketua Majelis Desa Adat Bali Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet mengatakan, Bali tidak memerlukan ormas yang berke­dok ingin menjaga daerah terse­but. Sebab, selama ini pecalang sudah menjadi garda terdepan menjaga adat, budaya, tradisi dan kearifan lokal Bali.

Pecalang Bali sejak leluhur sudah menjaga Bali, nindihin gumi Bali. Pecalang Bali meno­lak kriminalisme, premanisme dan sikap anarkis yang dilaku­kan preman berbaju ormas dan berkedok ormas,” tegas Ida Penglingsir dalam keterangan­nya dikutip, Minggu (18/5/2025)

Baca juga : Wagub NTB Masih Malu, Wali Kota Mataram Maju

Dia menjelaskan, pada deklar­asi menolak preman, Sabtu (17/5/2025), sebanyak 13.000 anggota pecalang Bali ikuti acara deklarasi.

Dalam deklarasi itu terdapat tiga poin utama yang diikrar­kan, yaitu menolak kehadiran ormas yang berkedok menjaga keamanan, ketertiban dan sosial dengan tindakan premanisme serta tindak kekerasan dan intimidasi masyarakat sehingga menimbulkan keresahan dan ketegangan di tengah masyara­kat Bali.

Kedua, pecalang juga sepakat mendukung TNI dan Polri dalam penyelenggaraan keamanan dan ketertiban di Bali. Ketiga, menindak dengan tegas ormas yang melakukan tindakan pre­manisme dan kriminalisasi yang meresahkan masyarakat.

Baca juga : KPK: Ada Kaitan Dengan Kasus Eks Bupati Kukar

Sementara, Penyarikan Utama Pasikian Pecalang Bali Ngurah Pradnyana mengatakan, deklar­asi menolak preman berkedok ormas merupakan respons dari fenomena kehadiran ormas di Pulau Dewata yang mem­buat para pecalang di desa adat berbondong-bondong membuat video penolakan. Namun bahaya jika menjadi bias dan tidak lang­sung difasilitasi.

“Mereka sangat antusias, se­mangat sekali karena apa yang menjadi aspirasi mereka di bawah, yang disampaikan di media-media sosial kita tampung aspirasinya. Kita ajak di sini menyampaikan sikap,” kata Ngurah Pradnyana.

Pasikian Pecalang Bali juga berharap ketulusan mereka menjaga Pulau Dewata selama ini mendapat apresiasi dari Pemprov Bali berupa insentif. Aspirasi ini disambut baik oleh MDA Bali dan menilai kesejahteraan pecalang Bali juga perlu diperhatikan.

Baca juga : Swasembada Pangan Buka Peluang Ekonomi Tumbuh

Mengingat, selain menjaga desa adat, para pecalang turut terlibat dalam menjaga kegiatan berskala nasional. Termasuk juga acara internasional di Pulau Dewata.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.