Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Berkhasiat Buat Kesehatan, Tradisi Minum Jamu Penting Dilestarikan
Rabu, 28 Mei 2025 06:57 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menyambut Hari Jamu Nasional yang biasa diperingati setiap tanggal 27 Mei, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menggelar Talkshow dengan tema “Jamu menjaga tradisi, menyatukan generasi”, di Jakarta, Selasa (27/5/2025).
Acara ini salah satu bentuk strategi BPOM dalam melestarikan jamu sebagai bagian dari gaya hidup sehat bagi masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda.
Hadir sebagai narasumber kegiatan ini Kepala BPOM Taruna Ikrar, Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Irwan Hidayat, dan publik figur El Jallaludin Rumi (El Rumi).
Irwan Hidayat, tokoh industri jamu nasional ini mengatakan, saat.ini jamu sudah dikembangkan dengan ilmu teknologi dan penelitian ilmiah.
Sebagai warisan budaya yang turun temukan, Irwan menambahkan bahwa melestarikan hal ini dengan tradisi minum jamu.
Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar (kedua kiri), Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat Kedua kanan) dan publik figur El Rumi (kanan) saat menjadi pembicara di Acara Hari Jamu Nasional di kantor BPOM, Selasa (27/5/2025). (Foto: Sri Nurganingsih/RM.id)
Baca juga : Menteri Karding Minta Pemerintah Malaysia Perhatikan Upah PMI
"Terlebih saat ini sudah banyak gen Z yang menyadari khasiat dari minum jamu, pola malam yang teratur akan memberikan kesehatan," ujar Irwan di Jakarta, Sasa (27/5/2025).
Hal ini diamini Kepala BPOM Taruna Ikrar, bahwa melestarikan tradisi minum jamu harus dipertahankan.
"Sampai saat ini saya rutin meminum jamu setiap pagi. Hal ini saya lakukan karena merasakan khasiatnya," ujar Taruna.
Lebih lanjut Taruna mengatakan, Jamu Indonesia sudah mendunia melalui pengakuan United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) pada 6 Desember 2023 sebagai warisan budaya tak benda.
Di Hari Jamu Nasional ini, BPOM ingin menggalang sebanyak mungkin pelaku usaha untuk berusaha dalam pengembangan jamu. Tentu saja dalam pengembangan obat bahan alam (OBA) ini diperlukan inovasi,
"Kami menggandeng kampus-kampus untuk menghasilkan inovasi produk dengan output yang diharapkan adalah produk inovasi terstandar dengan baik," ujar Taruna.
Menurutnya dalam melestarikan Jamu ini tentunya diperlukan program dan strategi yang tepat. Dalam hal ini BPOM mengembangkan konsep kolaborasi ABG (academic, business, government) sebagai kunci penting dalam pengembangan jamu.
Baca juga : Hadapi Kemacetan Persib, KCIC Minta Penumpang Tiba Lebih Awal di Stasiun
Irwan menambahkan ada 2 bahan jamu asli Indonesia yaitu kunyit dan temu lawak yang banyak khasiatnya untuk kesehatan.
Ia menambahkan, salah satu cara agar kekayaan alam Indonesia dapat dimanfaatkan dengan baik adalah melalui pendekatan berbasis ilmiah.
“Dan itu bisa dilakukan, dengan aturan-aturan yang dibuat BPOM untuk memfasilitasi sehingga kekayaan alam kita bisa dimanfaatkan dengan baik,” ujar Irwan.
Di Hari Jamu Internasional ini, Sido Muncul juga menerima penghargaan dari BPOM dengan kategori Perusahaan Yang Mengangkat Citra Jamu Indonesia Di Kancah Internasional Melalui Ekpor.
Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat (kanan) saat menerima penghargaan dari Kepala BPOM Taruna Ikrar. Sido Muncul mendapat penghargaan dengan kategori Perusahaan Yang Mengangkat Citra Jamu Indonesia Di Kancah Internasional Melalui Ekpor, bersamaan dengan perayaan Hari Jamu Nasional di Gedung BPOM Jakarta, Selasa (28/5/2025). (Foto: Sri Nurganingsih/RM.id)
Sementara itu El Rumi mengungkapkan pandangannya bahwa tren minum jamu di kalangan generasi muda memang masih kurang.
Baca juga : Sambut Kedatangan PM China, CFD Sudirman-Thamrin Minggu 25 Mei 2025 Ditiadakan
“Dibandingkan dengan tren kopi kekinian atau minuman boba, padahal konsumsi jamu lebih sehat. Ini mungkin karena kurangnya edukasi dan anak-anak muda harus lebih membuka ruang untuk menerima jamu sebagai gaya hidup,” tuturnya.
Ia mencoba untuk menginspirasi anak muda untuk memperhatikan keseimbangan aktivitas fisik dengan nutrisi dari asupan ke dalam tubuh.
“Bagu saya minum jamu bukan hanya untuk kesehatan tetapi sebagai cara melestarikan kebudayaan Indonesia, yaitu tradisi minum jamu," ujar brand ambassador produk Esemag dari Sido Muncul ini.
Tepat di Hari Jamu Nasional, pada Selasa (27/5/2025) ini BPOM melakukan kegiatan minum jamu bersama, sebagai tanda loyalitas terhadap jamu sebagai budaya bangsa yang dilakukan langsung Kepala BPOM, pelaku usaha OBA, perwakilan komunitas Mbok Jamu Gendong, dan perwakilan barista jamu.
Dan sebagai rangkaian dari puncak Hari Jamu Nasional kali ini, Kepala BPOM memberikan penghargaan kepada 5 industri atas kontribusinya dalam pengembangan OBA, yaitu PT Bintang Toedjoe, PT Sido Muncul, PT Deltomed Laboratories, PT. Dexa Medica, dan PT Phytochemindo Reksa.
Selain itu, juga dilakukan simbolis penyerahan nomor izin edar untuk OBA (PT Warase Herbal Khatulistiwa), obat herbal terstandar (PT Royal Medicalink), dan kosmetik (PT Hue Pesona Indonesia), serta persetujuan pelaksanaan uji klinik (PPUK) kepada pelaku usaha (PT Soho Industri Farmasi) dan universitas (Universitas Padjadjaran).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya