Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
LPkM U-Bakrie: Bangun Ketahanan Mental-Intelektual Gen Z Menuju Indonesia Emas
Kamis, 29 Mei 2025 10:59 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pembangunan manusia tidak cukup dengan infrastruktur atau teknologi. Diperlukan membentuk generasi muda yang tangguh secara emosional dan berdaya secara intelektual.
Hal itu disampaikan Ketua Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPPkM) Prof. Ardiansyah, Ph.D dalam sambutannya saat membuka Mindshare Meetup 4th yang diselenggarakan LPkM Universitas Bakrie.
Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda tahunan LPkM melalui pendanaan hibah internal Universitas Bakrie, bertema “Membangun SDM Unggul melalui Knowledge Management dan Ketahanan Mental Generasi Z Menuju Indonesia Emas 2045”
Fokus utama acara ini adalah mengintegrasikan pengelolaan pengetahuan dan isu kesehatan mental sebagai fondasi membentuk sumber daya manusia yang siap menyongsong satu abad Indonesia merdeka.
Baca juga : Ibas: PPHN Jadi Jangkar Dan Kompas Masa Depan Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045
Menurut Prof. Ardiansyah pengabdian masyarakat tidak hanya hadir dalam bentuk pemberdayaan komunitas, tetapi juga melalui penyebaran pemikiran kritis dan reflektif di lingkungan kampus.
“Kami ingin membentuk ruang diskusi yang relevan dengan kebutuhan masa depan, dan Gen Z adalah aktor utamanya” jelasnya.
Dipandu oleh moderator Zakiul Fahmi Jailani, kegiatan berlangsung dalam format seminar dan diskusi interaktif yang menghadirkan narasumber dari akademisi dan praktisi.
Materi pertama disampaikan oleh Prof. Dr. Siti Rohajawati dari CISDV, yang memaparkan strategi pengelolaan pengetahuan sebagai sarana membangun kecerdasan emosional generasi muda.
Baca juga : Ahmad Muzani: Perempuan Jadi Kekuatan Strategis Untuk Masa Depan Indonesia
Ia menegaskan keberhasilan knowledge management ditentukan oleh keterlibatan aktif dalam ekosistem digital yang mendukung proses belajar dan berbagi. “Bukan hanya soal sistem, tapi soal budaya kolaborasi” ungkapnya.
Topik kedua dibawakan Dr. Herbert Sidabutar yang membahas karakteristik kesehatan mental generasi Z dalam konteks tekanan sosial dan digitalisasi. Ia menyoroti perlunya pendekatan yang peka terhadap dinamika emosi dan identitas generasi muda.
“Mengenali ciri-ciri stres dan kecemasan di awal dapat membantu mereka lebih siap menghadapi tantangan masa depan” jelasnya.
Sesi terakhir menghadirkan Raden Bambang Syumanjaya, alumni Universitas Bakrie, yang berbagi pengalaman praktik dalam membangun ketahanan emosional melalui pendekatan komunitas.
Baca juga : M. Qodari Soal Prabowonomic: Jalan Tengah Menuju Indonesia Maju
Menurutnya, kekuatan emosional generasi muda tidak bisa dilepaskan dari relasi sosial yang sehat. “Ketahanan mental tumbuh dalam ekosistem yang mendukung, bukan dalam isolasi,” katanya.
Diskusi diakhiri dengan perumusan rekomendasi dan refleksi kolektif, menegaskan urgensi kolaborasi lintas bidang untuk menghadirkan solusi implementatif bagi tantangan pembangunan SDM di masa depan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya