Dark/Light Mode

Merebak Di Negeri Tetangga, Prabowo Pantau Kasus Covid-19

Rabu, 4 Juni 2025 08:05 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bincang-bincang dengan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya usai rapat soal Covid-19 dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Selasa (3/6/2025) sore. (Foto: BPMI Setpres)
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bincang-bincang dengan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya usai rapat soal Covid-19 dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Selasa (3/6/2025) sore. (Foto: BPMI Setpres)

 Sebelumnya 
Sementara, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi mengimbau, masyarakat kembali menerapkan protokol hidup sehat. “Misalnya, kembali membiasakan mencuci tangan, dan menggunakan masker ketika sedang flu,” sebut Hasan dalam konferensi pers di Kantor PCO, Jakarta Pusat, Selasa (3/6//2025).

Hasan juga menyarankan agar masyarakat segera memeriksakan diri jika mengalami gejala seperti pusing, flu, atau sakit tenggorokan. Tujuannya, agar deteksi dini bisa dilakukan apabila seseorang terkonfirmasi Covid-19.

Bagaimana tanggapan ahli? Pakar Kesehatan dari Universitas Yarsi Prof Chandra Yoga Aditama menilai, sudah seharusnya Pemerintah menyikapi serius kasus Covid-19. Mengingat, data penularannya terus berkembang di Asia Tenggara.

Baca juga : Uang Saku Dan Pulsa Dihapus, ASN Kena Getah Efisiensi

Ia juga menekankan tiga hal untuk mencegah terjadinya penularan virus. Pertama, selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Kedua, menyadari bahwa Covid-19 memang masih ada, termasuk di Indonesia.

“Jadi, karena ada kasus maka tentu saja ada kemungkinan variasi peningkatan kasus dari waktu ke waktu,” katanya.

Ketiga, terus memantau perkembangan kasus yang ada di negara tetangga dan dalam negeri. Apalagi, kata dia, negara-negara Asia Tenggara punya ASEAN Center for Public Health Emergencies and Emerging Diseases (ACPHEED) untuk memperkuat kolaborasi dalam deteksi dan respon terhadap kedaruratan penyakit

Baca juga : Rusli Effendi: Kader Banyak, Ngapain Ngajak Orang Luar

“Mudah-mudahan tidak terus merebak dengan luas,” pungkas Yoga.

Untuk diketahui, kasus Covid-19 mengalami tren kenaikan di sejumlah negara di kawasan Asia, seperti Thailand, Hong Kong, Malaysia, dan Singapura. Di Thailand, pasien Covid melonjak hingga 18 ribu pasien per hari.

Melansir The Nation Thailand pada 2 Juni 2025, Departemen Pengendalian Penyakit Thailand mengimbau kelompok umur seperti lansia untuk sementara waktu menghindari tempat ramai. Termasuk pada orang tua dengan anak-anak di bawah usia satu tahun. Pemerintah setempat juga menyarankan untuk vaksinasi Covid agar meminimalisir risiko terpapar.

Baca juga : Abdullah Mansyur: Kalau Mau Besarkan Partai, Kita Sambut

Sementara, Singapura mencatat lonjakan kasus Covid-19 menjadi 14.200 pasien selama 27 April sampai 3 Mei. Angka ini naik dari 11.100 kasus pada pekan sebelumnya. Tercatat, hingga ini ada 133 pasien yang dirawat di rumah sakit.

Di Malaysia, rata-rata kasus Covid-19 sebanyak 600 kasus per minggu, atau jauh di bawah ambang batas kewaspadaan nasional. Tidak ada laporan kasus kematian di sepanjang 2025.

Sedangkan di Indonesia, Kemenkes menemukan ada tujuh orang yang terkena Covid-19. Temuan itu tercatat pada minggu ke-22 tahun 2025, tepatnya tanggal 25-31 Mei. [UMM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.