Dark/Light Mode

Merebak Di Negeri Tetangga, Prabowo Pantau Kasus Covid-19

Rabu, 4 Juni 2025 08:05 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bincang-bincang dengan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya usai rapat soal Covid-19 dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Selasa (3/6/2025) sore. (Foto: BPMI Setpres)
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bincang-bincang dengan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya usai rapat soal Covid-19 dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Selasa (3/6/2025) sore. (Foto: BPMI Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto terus memantau kasus Covid-19 yang mengalami peningkatan di sejumlah negara tetangga, seperti Singapura dan Thailand.

Untuk mendapatkan update kasus Covid-19, Prabowo memanggil Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin ke Istana Negara, Jakarta, Selasa (3/6/2025) sore.

Menkes tiba di Istana sekitar pukul 15.40 WIB. Menkes mengenakan setelan batik cokelat lengan panjang yang dipadukan celana bahan hitam. Di tangan kanannya, Menkes membawa map berwarna putih.

Baca juga : Uang Saku Dan Pulsa Dihapus, ASN Kena Getah Efisiensi

Kedatangan Menkes langsung dikerubuti wartawan. Mereka menanyakan agenda pertemuannya dengan Presiden Prabowo.

“Covid-19, lebih ke situ,” jawab pria yang biasa disapa BGS ini.

Menkes lalu masuk ke dalam Istana untuk menemui Presiden Prabowo. Pertemuan berlangsung sekitar 2,5 jam.

Baca juga : Rusli Effendi: Kader Banyak, Ngapain Ngajak Orang Luar

Usai pertemuan, Menkes mengatakan, Presiden Prabowo meminta laporan soal perkembangan kasus Covid-19. Menurut dia, kenaikan kasus di luar negeri disebabkan oleh sub-varian baru dari Omicron, termasuk JN.1. Varian ini sebenarnya sudah dikenali dan tidak menimbulkan dampak berat.

Karena itu, Menkes meminta masyarakat tidak khawatir dengan kasus Covid di Indonesia. Sebab, temuan kasusnya di dalam negeri masih tergolong rendah.

Menkes juga mengatakan, penemuan kasus Covid-19 di Indonesia berdasarkan survei Sentinel Influenza Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI). Survei ini dilakukan terhadap puluhan rumah sakit yang menunjukkan adanya peningkatan kasus Covid-19 dengan sub-varian Omicron JR1.

Baca juga : Abdullah Mansyur: Kalau Mau Besarkan Partai, Kita Sambut

Lalu, apa langkah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan Covid-19? Menurut Menkes, pihaknya mengimbau kepada kepala dinas kesehatan di seluruh Indonesia untuk melaporkan jika menemukan kasus infeksi Covid-19 di wilayah mereka.

“Jadi, kita sudah keluarin surat ke seluruh kepala dinas kesehatan untuk melakukan surveillance. Jadi, kalau ada yang kena, dilaporin,” ujarnya.

Terkait pengetatan kegiatan, Menkes memastikan belum ada. Termasuk pengetatan jalur keluar masuk Indonesia.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.