Dark/Light Mode

Prabowo-Mega Makin Lengket, Dasco: Jangan Dikaitkan Koalisi

Kamis, 5 Juni 2025 07:43 WIB
Presiden Prabowo Subianto berbincang dengan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri. Ikut mendampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. (Foto: Setpres)
Presiden Prabowo Subianto berbincang dengan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri. Ikut mendampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. (Foto: Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad bicara soal hubungan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri. Meskipun makin lengket, Dasco bilang, tak ada kaitan dengan koalisi. Kedekatan Prabowo-Mega sebatas hubungan antar petinggi negara.

Menurut Dasco, pertemuan Prabowo-Mega dalam peringatan Hari Lahir Pancasila, Senin (2/6/2025), merupakan hal yang wajar. Prabowo sebagai Kepala Negara, sedangkan Mega sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang juga Presiden ke-5 RI. 

"Ya saya rasa belum (merapat) ya. Belum ada pembicaraan apa-apa. Dan, saya rasa terlalu jauh dikait-kaitkan hari lahir Pancasila, kemudian dikaitkan dengan koalisi begitu," kata Dasco di Gedung DPR/DPD/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (4/6/2025).

Dasco menegaskan, Prabowo sebagai Presiden ke-8 dan Mega sebagai Ketua Dewan Pengarah BPIP sudah sepatutnya  merayakan Hari Lahir Pancasila secara bersama. Apalagi, upacara peringatan Hari Lahir Pancasila itu diselenggarakan oleh BPIP.

"Karena memang ada Keppres-nya untuk dirayakan bersama. Sehingga, Presiden dengan senang hati ikut hadir dalam acara tersebut dan memberikan sambutan," ungkap Wakil Ketua DPR itu. 

Baca juga : Prabowo-Mega-Gibran Semeja Di Hari Pancasila

Selain Prabowo dan Mega, upacara peringatan Hari Lahir Pancasila juga dihadiri banyak pejabat dan mantan pejabat. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Wakil Presiden Ke-6 Try Sutrisno, hingga Wakil Presiden ke-10 dan 12 Jusuf Kalla, juga hadir. 

"Kan kalau lihat di situ ada Presiden, ada Bu Mega, ada Wakil Presiden, kan adem suasananya. Ya suasana yang bagus menurut saya," ujar Dasco. 

Hal senada disampaikan Sekjen Partai Golkar  Sarmuji. Menurutnya, belum ada tanda-tanda PDIP merapat, sekalipun hubungan Prabowo dan Mega semakin lengket. 

"Belum dapat disimpulkan pertemuan Presiden Prabowo dengan Ibu Mega sebagai sinyal merapatnya PDIP ke pemerintahan Prabowo-Gibran," tandas Sarmuji saat dihubungi Rakyat Merdeka, kemarin.

Juru Bicara PDIP Guntur Romli enggan berandai-andai terkait status partainya ke depan, apakah di oposisi atau masuk koalisi. Gunrom, sapaan akrabnya, tidak mau mengomentari sesuatu yang sifatnya mendahului keputusan partai. 

Baca juga : Serapan Masih Rendah, Bank BJB Janji Tingkatkan Penyaluran FLPP Di Jabar

"Ikut keputusan dan instruksi Ketua Umum Ibu Megawati Soekarnoputri," kata Gunrom kepada Rakyat Merdeka. 

Dia menegaskan, kehadiran Mega pada upacara Hari Lahir Pancasila dalam kapasitas sebagai Ketua Dewan Pengarah BPIP dan Presiden RI ke-5. "Kehadiran Ibu Megawati untuk terus memperkuat Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia," terangnya.

Menurutnya, peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momen penting untuk mengingat proses falsafah negara digali oleh Proklamator RI, sekaligus Presiden ke-1 Soekarno. 

"Hari Lahir Pancasila 1 Juni merupakan momen penting bagi BPIP, kelahiran dasar negara kita yang digali dan disampaikan oleh Bung Karno pada 1 Juni 1945 di depan sidang BPUPKI," ucapnya.

Kendati demikian, ia menyebut Mega dan Prabowo memang memiliki hubungan yang baik. Apalagi untuk hal yang menyangkut urusan negara.

Baca juga : Prabowo-Mega Akrab di Upacara Hari Lahir Pancasila, PDIP: Hubungan Mereka Baik

"Kehadiran Ibu Megawati dan bertemu dengan Presiden Prabowo memang menunjukkan dua tokoh ini tidak ada persoalan, baik secara individu apalagi pertemuan untuk masalah bangsa," imbuh Gunrom. 

Namun, Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas menilai peluang PDIP masuk koalisi sangat terbuka. Hanya saja, Mega masih menunggu momen yang tepat untuk membawa gerbong PDIP ke dalam koalisi pemerintah.

"Ibu Megawati ingin mengambil momentum yang tepat dan melibatkan para pengurus daerah yang ada di provinsi, kabupaten atau kota melalui kongres," pungkas Fernando. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.