Dark/Light Mode

Pesan Fadli Zon Dan Gunawan Sumodiningrat: Kurban Cermin Wawasan Budaya Bangsa

Jumat, 6 Juni 2025 20:51 WIB
Fadli Zon dan Gunawan Sumodiningrat saat menyerahkan sapi kurban di Surau Qutubul Amin, Depok, Jumat (6/6/2025). Foto: Istimewa
Fadli Zon dan Gunawan Sumodiningrat saat menyerahkan sapi kurban di Surau Qutubul Amin, Depok, Jumat (6/6/2025). Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Berkurban bukan hanya bentuk ibadah kepada Allah SWT. Namun juga sebagai simbol tradisi saling membantu sesama dalam bingkai wawasan kebangsaan.

Hal tersebut disampaikan Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat menyerahkan hewan kurban di Surau Qutubul Amin, Arco, Depok, Jawa Barat pada Jumat (6/6/2025).

Turut hadir di antaranya, Guru Besar Ekonomika dan Bisnis UGM Gunawan Sumodiningrat, Pimpinan Yayasan dan Majelis Qutubul Amin, aparatur serta warga setempat.

Baca juga : Kementerian Kehutanan Tegaskan Komitmen Lindungi Kawasan Hutan Raja Ampat

"Terima kasih kepada semua pihak. Yayasan, dan khususnya Prof. Haji Gunawan Sumodiningrat. Beliau sahabat saya selama puluhan tahun. Selain ikhlas untuk Allah SWT, ini bagian dari peringatan kita untuk selalu ingat kepada yang lain. Pengorbanan, berkorban, dan juga toleransi kepada seluruh masyarakat yang membutuhkan dukungan," ujar Fadli.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu juga memuji fasilitas pemotongan hewan di Qutubul Amin yang modern, bersih dan higienis. "Tenaga dan peralatannya sangat profesional," ucap Fadli.

Fadli menyaksikan pemotongan lima sapi jumbo yang dipersiapkan oleh Gunawan. Yang menarik, kelima sapi itu diatasnamakan masing-masing; Prabowo Subianto bin Sumitro Djojohadikusumo, Gibran Rakabuming Raka bin Joko Widodo, Joko Widodo bin Notomihardjo, Fadli Zon bin Zon Harjo dan Gunawan Sumodiningrat.

Baca juga : Partai Demokrat Siap Beri Gagasan Untuk Bangsa

"Kegiatan kurban ini sekaligus wawasan kebangsaan. Doa dan harapan kepada para pemimpin serta semua orang yang masih mengabdi kepada negeri ini. Untuk kejayaan bangsa dan negara," ungkap Gunawan.

Mantan Dirjen Pemberdayaan Sosial Depsos itu menambahkan, kurban juga bagian simbol terpenting blockchain membangun 'Indonesia Dari Desa Berbasis Ekonomi Kreatif'.

"Semua kehidupan terkait satu sama lain, tanpa nilai, tanpa beban perasaan. Semuanya suwung (kosong), seperti oksigen, saling membutuhkan dan dibutuhkan. Meniru dan melaksanakan sifat-sifat Tuhan Sang Maha Pencipta," terang Gunawan.

Baca juga : Ibas Sowan ke Museum Rudana, Ketua AMI: Kepedulian Terhadap Warisan Budaya

"Blockchain bisa diartikan sebagai sistem metodologi menemukan Tuhan Yang Maha Esa," imbuh mantan Deputi Kepala Bappenas itu.

Usai dari Qutubul Amin, Fadli dan Gunawan langsung melipir ke rumah pengusaha gaek Budi Prakoso di Sawangan, Depok. Mereka melihat-lihat koleksi 'harta karun' di gudang bagian belakang rumah seluas 6 hektar milik adiknya pengusaha-musisi Setiawan Djody tersebut.

Di antaranya ada ribuan keramik Dinasti Yuan hasil pengangkatan Budi dari Karang China, perairan sekitar Selat Karimata. Tersusun rapi di sekitar 80 rak besi dengan tinggi 3 meter, bersama guci kecil sampai besar, buli-buli, mangkuk, piring, tempat bedak, celadon, cepuk tempat saus dan perhiasan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.