Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Partai Golkar Kabupaten Indramayu, Jawa Barat (Jabar) mengkritik istilah Indramayu Reang dalam visi pembangunan daerah selama lima tahun ke depan yang dicanangkan Bupati dan Wakil Bupati Indramayu, Lucky Hakim–Syaefuddin. Pasalnya, istilah tersebut terkesan egois dan tidak menghormati pihak lain.
Indramayu Reang merupakan akronim dari Indramayu yang religius, berekonomi kerakyatan, dengan menghadirkan lingkungan yang aman dan nyaman serta mengedepankan semangat gotong royong.
“Visi kepala daerah harus memiliki legalitas dan daya ikat bagiseluruh masyarakat. Maka, perlu diatur dengan Peraturan Daerah (Perda) yang dibahas antara Pemerintah bersama DPRD,” kritik Anggota DPRD Kabupaten Indramayu dari Fraksi Golkar, Romdoni, Sabtu (7/6/2025).
Fraksi Partai Golkar, kata Romdoni, mengapresiasi substansi visi yang mencakup berbagai aspek. Yaitu, religius, ekonomi kerakyatan, aman, nyaman, dan gotong royong. Namun, dia menilai, pemilihan akronim Reang sebagai nama visi perlu dipertimbangkan ulang.
“Reang dalam bahasa Indramayu berarti ‘aku’ atau ‘saya’ yang hanya berlaku untuk kaum pria. Sedangkan untuk perempuan menggunakan kata ‘kita’. Kata ini bisa memiliki konotasi tidak menghormati orang lain atau terkesan egois,” tegasnya.
Romdoni menyarankan istilah Reang diganti dengan kata lain yang lebih inklusif dan tidak menimbulkan persepsi negatif. Tujuannya, kata dia, untuk menghindari persepsi publik yang kurang baik, apalagi visi ini menjadi dokumen resmi pembangunan.
Baca juga : Kejagung Kembali Panggil 3 Mantan Stafsus Menteri
“Maka perlu dipertimbangkan untuk mencari nomenklatur lain yang lebih mencerminkan semangat kebersamaan,” saran dia.
Sebagai alternatif, Romdoni mengusulkan nama Indramayu Raharja yang lebih merepresentasikan harapan masyarakat. Dia menjelaskan, Raharja berarti menuju masyarakat Indramayu yang sejahtera, adil, makmur, dan religius.
“Ketika dalam pembahasan terdapat saran dan pendapat, itu adalah bagian dari tanggung jawab kami untuk bersama-sama membangun Indramayu yang kita cintai,” tegas Romdoni.
Bagaimana tanggapan Bupati Indramayu, Lucky Hakim? Dia tidak mempermasalahkan kritikan dari Partai Golkar tersebut. Dia menilai kritikan dan saran Fraksi Golkar sebagai bentuk perhatian dan kepedulian terhadap pemerintahan Luki-Syae (Lucky Hakim–Syaefudin).
“Masing-masing orang, fraksi, atau entitas boleh berpendapat dan itu kami hargai dengan senang hati,” ucap Lucky, Minggu (8/6/2025).
Lucky menegaskan, setiap masukan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu akan dirumuskan dan dibahas bersama secara konstruktif. Namun, dia mengingatkan, pembangunan memerlukan kerja nyata, bukan hanya sekadar komentar yang hanya menggugurkan tanggung jawab.
Baca juga : Agar Ekonomi Kembali Kuat Perhatikan Kelas Menengah
“Jadi ada saran yang akan kami teruskan, ada juga saran yang mungkin ditampung dulu,” ujarnya.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Indramayu, Jajang Sudrajat menambahkan, penetapan visi Indramayu Reang telah sesuai dengan Pasal 166 Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 86 Tahun 2017.
Bahwa, visi dan misi pembangunan 5 tahunan harus merupakan penjabaran dari visi dan misi kepala daerah terpilih, serta menjadi dasar perumusan prioritas pembangunan daerah.
“Visi Indramayu Reang akan menjadi pemandu gerak bersama antara Pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan,” jelas Jajang, Minggu (8/6/2025).
Jajang mengatakan, visi ini bertujuan untuk membangun karakter Kabupaten Indramayu yang berlandaskan nilai-nilai religius dan semangat gotong royong, sebagai modal dasar kehidupan bersama.
Pemkab Indramayu, kata Jajang, akan melakukan pendekatan pembangunan yang berbeda dan tidak menerapkan program 100 hari kerja. Sebagai gantinya, kata dia, pihaknya menerapkan 14 langkah percepatan yang menjadi bagian dari program prioritas pembangunan daerah.
Baca juga : Sektor Jasa Keuangan RI Kecipratan Dampak Positif
“Program-program tersebut meliputi Indramayu Belajar, Indramayu Sehat, Indramayu Mengaji, Indramayu Beribadah, Indramayu Berzakat, Petani Sejahtera, Pengembangan Pariwisata Daerah,” bebernya.
Kemudian, lanjut Jajang, Pasar Rakyat Indramayu, Perizinan Mudah Cepat dan Terpadu, Peningkatan Kesempatan dan Kompetensi Kerja, Jalan Mulus dan Aman, Indramayu Hijau, Wong Reang Wadul, dan Indramayu Smart Governance.
“Program-program ini dipercepat dalam dua tahun pertama dengan pertimbangan efektivitas dan efisiensi anggaran, serta kebermanfaatan bagi masyarakat,” pungkas Jajang.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya