Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Guyuran hujan deras menyambut perjalanan menuju Bukit Salam di Desa Kawasi Baru, Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara, pada Sabtu pagi (14/6/2025).
Air hujan menggenangi jalanan tanah merah yang mulai licin. Namun, semangat kami tak surut.
Jalan menanjak justru menjadi pembuka menuju hamparan harapan baru di ketinggian Kawasi.
Bukit Salam Kawasi tak sekadar nama. “Salam” merupakan singkatan dari Bersama Belajar Pada Alam—sebuah pusat pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat yang dibangun untuk mendukung transisi kehidupan warga ke Desa Kawasi Baru.
“Bukit Salam Kawasi menjadi simbol tempat belajar, mandiri, dan tetap harmonis dengan alam sekitar,” ujar SPV Fishery Harita Nickel Albertus Darukumara, saat menerima kunjungan Rakyat Merdeka dan para jurnalis energi ke Pulau Obi, Sabtu (14/6/2025).
Di kawasan ini, gagasan besar tentang kemandirian desa mulai ditanam.
Baca juga : Taman Kota Harus Dilengkapi Aktivitas Seru Supaya Nggak Membosankan
Desa Kawasi Baru kini dikembangkan sebagai kawasan pendidikan pertanian berbasis wisata.
Harapannya, warga yang masih memilih tinggal di Desa Kawasi lama, mau pindah ke Desa Kawasi Baru yang lokasinya lebih aman dari abrasi laut.
Selain itu, warga yang sebelumnya menggantungkan hidup dari berkebun secara tradisional, kini diajak naik kelas.
“Di Salam Kawasi, warga diberi pelatihan, disediakan lahan uji coba, dan dipersiapkan menjadi petani yang paham teknologi sekaligus tuan rumah bagi wisatawan,” tutur Community Development Manager Harita Nickel Ifan Farianda.
Di atas bukit, berdiri bangunan semi pendopo dua lantai yang mencolok. Dari menara pandang besi di depannya, mata dimanjakan oleh panorama luas.

Tampak kawasan perumahan Desa Kawasi Baru di kejauhan, pelabuhan yang sibuk, hingga hijaunya bentang alam Obi yang memeluk sekeliling.
Baca juga : Bukan Tambang Sembarang, Harita Nickel Pilih Dibedah IRMA
Di sebelah pendopo, berdiri mushola kecil yang memberi nuansa damai.
Suasana tenang berpadu angin sejuk menjadikan Bukit Salam tempat ideal untuk belajar, berkebun, sekaligus berwisata.
Makan Siang Bernuansa Lokal
Menjelang tengah hari, rombongan berhenti sejenak untuk makan siang.
Menu sederhana disajikan hangat: pisang rebus berpadu sambal tomat, ikan kembung segar yang gurih, serta air kelapa muda yang menyegarkan tenggorokan.
Makan siang itu terasa istimewa—menyatukan cita rasa lokal dengan suasana alam yang alami.
Baca juga : Lomba Mancing Harita Nickel: Jaga Laut Obi, Jalin Silaturahmi
Kawasan Salam Kawasi merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) Harita Nickel.
“Bekerja sama dengan Pemerintah Daerah, infrastrukturnya dibangun oleh perusahaan,” jelas Ifan Farianda.
Kawasan Salam Kawasi menjadi simbol bahwa pembangunan tak hanya soal fisik dan infrastruktur.
Lebih dari itu, ia bicara tentang pengetahuan, kesempatan, dan pelestarian kearifan lokal. Dari tempat tinggi ini, harapan tumbuh.
Desa Kawasi Baru tak hanya menjadi tempat tinggal baru, tapi juga titik tolak menuju masa depan yang lebih baik.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya