Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Aceh–Sumut hingga Raja Ampat: Ketegasan Prabowo Demi Masa Depan Bangsa
Selasa, 17 Juni 2025 16:39 WIB
Belum satu tahun era pemerintahannya, Presiden Prabowo Subianto menunjukkan satu karakter penting yang amat dibutuhkan Indonesia hari ini: ketegasan yang tenang, kecerdasan yang tak gaduh, serta ketulusan menjaga keutuhan dan martabat bangsa.
Salah satu perwujudan nyata karakter ini tergambar dalam langkah Presiden memutuskan secara definitif status kepemilikan empat pulau yang menjadi sengketa antara Provinsi Aceh dan Sumatera Utara: Pulau Panjang, Pulau Lipan, Pulau Mangkir Gadang, dan Pulau Mangkir Ketek. Setelah gaduh menjadi polemik administratif, Presiden Prabowo mengakhiri silang sengkarut itu dengan keputusan tegas berdasarkan data dan dokumen resmi kenegaraan bahwa keempat pulau tersebut adalah bagian sah dari wilayah administratif Aceh.
Keputusan ini mungkin terdengar teknis. Namun substansinya mencerminkan kepemimpinan yang berakar pada nilai-nilai kenegarawanan: tidak berpihak pada kepentingan politik daerah atau aktor, melainkan berpihak pada keadilan administratif, supremasi data, dan keutuhan bangsa. Dalam konteks ini, Prabowo telah mengambil posisi sebagai pemimpin yang mampu meredam gesekan antar daerah, dan pada saat yang sama, mengajarkan bangsa ini tentang pentingnya menyelesaikan perbedaan secara beradab, dengan kepala dingin, dan tanpa eskalasi.
Contoh lain dari kepemimpinan yang berbasis keseimbangan adalah bagaimana pemerintah merespons potensi konflik antara kepentingan industri tambang dan pelestarian kawasan pariwisata dunia di Raja Ampat, Papua Barat Daya. Dalam beberapa pekan terakhir, polemik antara masyarakat lokal, pelaku pariwisata, dan korporasi tambang mengemuka. Namun Presiden Prabowo mengambil jalur tengah yang konstruktif, memastikan bahwa pembangunan ekonomi tetap berjalan, tetapi tidak dengan mengorbankan daya dukung ekologis dan warisan budaya yang menjadi identitas kawasan.
Baca juga : Lukman Azis Kurniawan: Selamatkan Lingkungan, Selamatkan Masa Depan Anak Bangsa
Kedua peristiwa ini memperlihatkan satu konsistensi, Prabowo hadir sebagai pemimpin nasional yang bukan hanya menyelesaikan masalah, tetapi meneduhkan. Tidak memihak kelompok, tidak menciptakan polarisasi, tidak mencari panggung. Ia memposisikan diri sebagai kepala negara yang bertindak berdasarkan kepentingan jangka panjang bangsa dan negara.
Namun kebijaksanaan Prabowo tak hanya terasa dalam negeri. Di tengah ketegangan geopolitik Timur Tengah yang kian memanas dan saling serang antara Israel dan Palestina, serta Israel dan Iran, Prabowo menegaskan posisi Indonesia dengan cara yang tak emosional, tapi efektif. Ia mengirim pesan kuat kepada dunia bahwa Indonesia tetap berada di pihak kemanusiaan, namun tidak terjebak dalam retorika atau blok ideologis yang sempit.
Sebagai mantan Menteri Pertahanan dengan jejaring strategis global, Prabowo tidak asing dalam berdiplomasi di medan sulit. Kini, sebagai kepala negara, sebagai Presiden, ia menunjukkan kapabilitasnya mengelola hubungan luar negeri dengan prinsip bebas aktif yang relevan bagi dunia baru: bebas dalam berpikir, aktif dalam mempengaruhi. Suara Indonesia di bawah Prabowo tidak lagi hanya sekadar simbolik, melainkan menjadi rujukan. Gagasan-gagasannya mulai didengar dari Washington hingga Moskow, dari Riyadh hingga Brussels.
Bukan mustahil, dalam waktu dekat, kita akan melihat Indonesia menjadi salah satu simpul penting dalam upaya damai global, bukan sekadar karena jumlah penduduknya yang besar atau posisi strategisnya di peta dunia, melainkan karena kualitas kepemimpinan nasionalnya yang bijak dan tegas.
Baca juga : Menhan Sjafrie Pimpin Rapat Perdana Dewan Pertahanan Nasional
A. Narasi besar Prabowo adalah narasi keseimbangan.
Narasi keseimbangan itu bukan hanya soal domestik. Di panggung internasional, Prabowo juga menjelma sebagai penyambung lidah perdamaian dari Asia Tenggara. Ketika dunia terguncang oleh eskalasi konflik Timur Tengah baik antara Israel dan Palestina, maupun ketegangan antara Israel dan Iran Indonesia tidak tinggal diam. Di tengah seruan senjata dan perang, justru suara damai dari Jakarta mulai menggema. Presiden Prabowo, dengan rekam jejak militernya yang kuat dan pengalaman diplomasi strategis selama menjabat Menhan, menawarkan pendekatan dialogis kepada dunia Islam dan kekuatan global lainnya.
Diplomasi Prabowo tidak dilakukan dengan gaya oratorik yang penuh retorika, tapi dengan pendekatan realistik-progresif: menjalin komunikasi bilateral strategis, mengirim sinyal kepercayaan kepada kekuatan dunia, dan membangun reputasi Indonesia sebagai negara yang mampu menjadi jembatan, bukan penonton.
Kini, bukan hal yang berlebihan jika dunia internasional telah menempatkan Prabowo dalam forum elite global. Suara Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo mulai diperhitungkan oleh para pemimpin besar dunia seperti Donald Trump dan Vladimir Putin. Dalam forum-forum informal G20 atau sidang terbatas ASEAN Plus, Prabowo hadir bukan sebagai pengisi kursi, tapi sebagai pengisi gagasan. Dan dunia mulai mendengarkan.
Baca juga : Perkuat Pengawasan Kegiatan Pertambangan
B. Indonesia Dijaga dari Dalam, Dihormati dari Luar
Kepemimpinan Prabowo menunjukkan transformasi Indonesia sebagai negara besar yang tak lagi hanya mampu meredam konflik internal, tapi telah memainkan peran strategis dalam tatanan global. Penuntasan damai polemik pulau Sumut–Aceh, penanganan bijak isu tambang–pariwisata di Raja Ampat, serta diplomasi cerdas di Timur Tengah, membuktikan satu hal:
Prabowo Subianto bukan sekadar Presiden Republik Indonesia. Ia adalah negarawan strategis Asia.
Penjaga kedamaian dalam negeri, sekaligus Negarawan yang menjaga keseimbangan dunia.
Taufan Rahmadi
Dewan Pakar GSN, Alumni Prodi Hubungan Internasional Universitas Airlangga
Dewan Pakar GSN, Alumni Prodi Hubungan Internasional Universitas Airlangga
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya