Dark/Light Mode

Mahfuz: Perang Dunia III Masih Jauh, Genosida Gaza Justru Memburuk

Rabu, 25 Juni 2025 17:28 WIB
Mantan Ketua Komisi I DPR Mahfuz Sidik di acara catatan demokrasi tvOne bertajuk Lindungi Israel, Amerika Malah Dirudal Iran yang tayang Selasa (24/6/2025) malam.
Mantan Ketua Komisi I DPR Mahfuz Sidik di acara catatan demokrasi tvOne bertajuk Lindungi Israel, Amerika Malah Dirudal Iran yang tayang Selasa (24/6/2025) malam.

RM.id  Rakyat Merdeka - Mantan Ketua Komisi I DPR RI Mahfuz Sidik menilai konflik bersenjata antara Iran dan Israel yang menyeret Amerika Serikat (AS) bukan merupakan awal dari Perang Dunia III.

Ia memandang, serangan tersebut lebih sebagai bentuk pengalihan isu terhadap tragedi kemanusiaan yang terjadi di Gaza, Palestina.

“Menurut saya, Perang Dunia III masih jauh. Tetapi genosida di Gaza yang dilakukan rezim Zionis Israel dengan dukungan Amerika justru akan terus berlangsung dan menjadi semakin kelam,” kata Mahfuz dalam acara Catatan Demokrasi tvOne bertajuk "Lindungi Israel, Amerika Malah Dirudal Iran!" yang tayang Selasa (24/6/2025) malam.

Serangan AS ke tiga instalasi nuklir Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan, menurut Mahfuz, menunjukkan keberhasilan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dalam menyeret AS masuk ke dalam konflik dengan Iran.

Baca juga : Percuma Kalau Ngandelin PBB

Hal ini dinilai menjadi bagian dari strategi memperkuat kekuasaan Netanyahu dan memuluskan agenda pembentukan negara Israel Raya.

“Polling terhadap Netanyahu justru meningkat setelah serangan itu. Ia semakin percaya diri dan merasa kekuasaannya masih kuat. Ini juga yang membuat Israel semakin brutal di Gaza,” ujar Mahfuz yang kini menjabat Sekretaris Jenderal Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia.

Ia menyebut bahwa serangan ke Iran sebetulnya bertujuan memuluskan kepentingan zionisme Israel, sebab Iran dianggap sebagai satu-satunya poros perlawanan yang belum berhasil ditaklukkan.

“Saat ini poros perlawanan tinggal Iran. Suriah sudah diganti rezimnya, Hizbullah melemah, dan Houthi tak terlalu diperhitungkan. Jika Iran dihancurkan, maka tak ada lagi penghalang bagi Israel untuk merealisasikan ambisi politiknya,” tambah Mahfuz.

Baca juga : Ancaman Perang Dunia III dan Target Ekonomi Tumbuh 8%

Menurut dia, konflik Iran-Israel yang melibatkan AS merupakan isu pengalih perhatian publik internasional dari inti masalah sebenarnya, yakni krisis kemanusiaan yang terjadi di Gaza.

“Dunia akan sibuk membahas potensi Perang Dunia III, padahal isu aktual yang harus jadi perhatian utama adalah tragedi kemanusiaan di Palestina,” katanya.

Mahfuz juga menyatakan bahwa konflik Israel-Palestina bukan semata persoalan agama.

Ia menyebut, banyak warga Yahudi di Amerika Serikat dan Eropa yang justru menentang kebijakan Netanyahu terhadap Palestina.

Baca juga : Wagub NTB Masih Malu, Wali Kota Mataram Maju

“Mereka Yahudi dengan jubah dan jenggot panjang, tapi turun ke jalan menentang Netanyahu. Ini bukan soal agama, tapi soal politik dan kemanusiaan,” ujarnya.

Ia pun menilai, Israel tak akan berhenti di Gaza. Netanyahu, katanya, akan melanjutkan operasi militer hingga mencakup seluruh wilayah Palestina, termasuk Tepi Barat.

“Iran masih menjadi penghalang utama. Dengan menyeret Amerika masuk ke dalam perang, Netanyahu ingin memastikan Iran dihancurkan,” ujar Mahfuz.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.