Dark/Light Mode

Dukung Ekosistem Ekonomi Syariah Nasional

KSPPS Nasari Mandiri Syariah Siap Jadi Bapak Asuh Koperasi Desa

Rabu, 25 Juni 2025 21:36 WIB
Ketua Pengurus KSPPS Nasari Mandiri Syariah, Chandra VL Panggabean, dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) koperasi yang digelar di Jakarta, Rabu (25/6/2025). Foto: Istimewa
Ketua Pengurus KSPPS Nasari Mandiri Syariah, Chandra VL Panggabean, dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) koperasi yang digelar di Jakarta, Rabu (25/6/2025). Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Nasari Mandiri Syariah menyatakan komitmennya menjadi mitra strategis Pemerintah dalam membina dan mendampingi koperasi desa di seluruh Indonesia, khususnya melalui program Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (Kopdeskel Merah Putih).

Hal ini ditegaskan Ketua Pengurus KSPPS Nasari Mandiri Syariah, Chandra VL Panggabean, dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) koperasi yang digelar di Jakarta, Rabu (25/6/2025).

"Keikutsertaan kami dalam program Kopdeskel Merah Putih memungkinkan KSPPS Nasari Mandiri Syariah menjadi bapak asuh dan mitra pendamping bagi koperasi desa, baik yang beroperasi secara konvensional maupun syariah," kata Chandra.

Chandra menekankan pentingnya keberadaan koperasi desa sebagai garda depan ekonomi rakyat, yang selama ini rentan terjerat praktik lintah darat oleh tengkulak dan rentenir.

Baca juga : Menko Polkam: Stabilitas Nasional Dan Keadilan Jadi Landasan Keputusan Presiden

"Kami hadir untuk membantu koperasi desa keluar dari jeratan ekonomi non-produktif. Sinergi dengan pemerintah akan kami dorong untuk menghadirkan manfaat nyata dan langsung dirasakan oleh masyarakat desa," lanjutnya.

Didirikan pada tahun 2019, KSPPS Nasari Mandiri Syariah telah melakukan ekspansi ke sejumlah wilayah kunci ekonomi syariah seperti Aceh, Medan, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.

Pada semester kedua 2025, ekspansi akan menjangkau Jawa Tengah dan Jawa Timur, serta wilayah timur Indonesia mulai awal 2026 termasuk Banjarmasin, NTB, dan Makassar.

Sebagai bagian dari inovasi digital, koperasi ini juga tengah mengembangkan super apps bernama Qarim, yang akan terintegrasi dengan layanan perbankan syariah seperti BSI dan BRI.

Baca juga : Prudential Syariah Raih Anugerah Best Performance Islamic Insurance

Saat ini, total aset koperasi telah mencapai Rp 21 miliar, dan ditargetkan tumbuh menjadi Rp 150 miliar dalam tiga tahun ke depan.

"Dengan Qarim, kami ingin memastikan layanan koperasi yang modern, inklusif, dan setara dengan lembaga keuangan formal. Ini bagian dari transformasi digital koperasi berbasis syariah," jelas Chandra.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan pihaknya siap mengambil peran aktif sebagai katalisator koperasi desa berbasis syariah.

"Kami ingin menjadi katalis dalam pertumbuhan koperasi yang inklusif dan berkelanjutan. Koperasi adalah instrumen kemandirian ekonomi rakyat, dan kami ingin berada di baris terdepan," tutur Chandra.

Baca juga : Pastikan Biaya Kuliah Berkeadilan, Rektor UI Siap Jadi ‘Bapak Angkat’ Mahasiswa

Di kesempatan sama, Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Kementerian Koperasi Henra Saragih mengapresiasi peran KSPPS Nasari Mandiri Syariah terhadap kiprah koperasi. Dia juga mengapresiasi kehadiran koperasi ini di Aceh, yang dinilai berperan penting dalam membangun ekosistem ekonomi syariah nasional.

"Saya melihat langsung progres signifikan di KSPPS Nasari Mandiri Syariah. Mereka memiliki potensi besar untuk menjadi bapak asuh koperasi desa, dengan mentransfer pengetahuan, sistem, hingga pelatihan ke koperasi-koperasi di akar rumput," pungkas Henra.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.