Dark/Light Mode

Cerita WNI Di Teheran Setelah Dievakuasi

Mencekam, Lelah, Terus Berdoa Supaya Selamat

Kamis, 26 Juni 2025 08:00 WIB
Kloter pertama yang terdiri dari 11 (sebelas) orang dari WNI yang dievakuasi dari Iran tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Selasa sore (24/06). (Foto: Dok. Kemenlu).
Kloter pertama yang terdiri dari 11 (sebelas) orang dari WNI yang dievakuasi dari Iran tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Selasa sore (24/06). (Foto: Dok. Kemenlu).

RM.id  Rakyat Merdeka - Selasa (24/6/2025) sore, 11 WNI yang tinggal di Iran telah tiba di Indonesia. Mereka bersyukur, setelah melewati evakuasi yang melelahkan dan menegangkan, akhirnya bisa pulang dengan selamat. Apalagi bila mengingat situasi di Iran yang sangat mencekam selama perang meletus.

Ke-11 WNI ini tiba di Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Mereka tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 17.35 WIB dengan maskapai komersial dari Istanbul, Turki.

Mereka merupakan kloter pertama dari 97 WNI telah dievakuasi Pemerintah dari Teheran menuju Kota Baku, Azerbaijan. Proses evakuasi dilakukan melalui jalur darat dengan menggunakan bus dari Teheran menuju Azerbaijan.

Kedatangan mereka disambut langsung oleh jajaran Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam). Hal ini sebagai bentuk komitmen Pemerintah dalam memastikan keselamatan dan kepulangan warganya dari zona konflik

Baca juga : Prabowo Senang Dan Bangga

Hadir dalam penyambutan tersebut antara lain Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kemlu Judha Nugraha, dan Asisten Deputi Koordinasi Kerja Sama Amerika dan Eropa Kemlu, Vitto Tahar.

Meskipun lelah, raut kegembiraan terpancar dari 11 WNI begitu keluar dari pintu kedatangan bandara. Salah satu dari 11 WNI yang tiba, terlihat menggendong seorang anak balita.

Sulthon Fathoni (43), salah satu WNI yang selamat menceritakan pengalamannya selama proses evakuasi. Menurutnya, butuh waktu 6 hari bagi Fathoni dan WNI lainnya untuk bisa sampai ke Indonesia. “Sudah sejak Kamis kami perjalanan dari Iran. Jadi, total prosesnya sekitar enam hari. Agak capek memang, tapi Alhamdulillah bisa sampai dengan selamat,” tutur Sulthon.

Pria asal Samarinda, Kalimantan Timur mengaku, dirinya dan keluarga tinggal di Kota Masyhad selama berada di Iran. Meskipun posisinya masih jauh dari Teheran, tapi ketegangan terasa di Kota Masyhad. Tiap saat, selalu terdengar bunyi ledakan bom dari rudal yang ditembakkan Israel.

Baca juga : Fahmi Hatib: Kebijakan Ini Untuk Menghemat Anggaran

“Bom tidak sampai ke kota kami, tapi drone beberapa kali terlihat di udara. Sempat ada yang ditembak oleh pertahanan Iran, jadi tidak jatuh,” ungkap WNI asal Samarinda itu.

Ia menambahkan salah satu serangan drone sempat mengarah ke Bandara Kota Masyhad yang jaraknya hanya sekitar 10 menit dari tempat tinggalnya. “Itu cukup dekat dengan rumah kami, jadi memang terasa mencekam,” aku Sulthon.

Karena situasi yang mencekam itulah, Sulthon bersama keluarga memutuskan untuk ikut dievakuasi keluar Iran. Bersama keluarganya, Sulthon berangkat dari Masyhad menuju Teheran untuk kumpul bersama-sama WNI lainnya sebelum melanjutkan perjalanan darat menuju Kota Baku Azerbaijan.

Sulthon yang tiba di Teheran pada Kamis (19/6/2025), sempat menginap di kantor KBRI. Esoknya baru melanjutkan perjalanan darat menuju Azerbaijan selama 6 jam.

Baca juga : Satriwan Salim: Antrean Yang Ingin Jadi Guru Semakin Panjang

“Dari KBRI, kami kembali melanjutkan perjalanan darat menuju perbatasan Iran dan Azerbaijan yang juga memakan waktu satu hari,” rinci Sulthon.

Ali Murtado, mahasiswa asal Indonesia yang tinggal di Iran juga ikut bercerita. Dia mengungkapkan suasana di Iran khususnya di Teheran sangat mencekam.

Ali merupakan mahasiswa Al Mustofa International University Iran yang tinggal di Kota Qom. Ia mengatakan kota tersebut tak mendapat serangan dari Israel, alias masih relatif aman.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.