Dark/Light Mode

Jempoli Sekolah Rakyat, Pendiri ESQ: Inovasi Pendidikan untuk Generasi Emas 2045

Sabtu, 5 Juli 2025 12:07 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Pendiri ESQ Corp, Ary Ginanjar Agustian, menyampaikan apresia atas lahirnya Sekolah Rakyat, inisiatif dari Presiden Prabowo yang melahirkan pendidikan inklusif dengan membuka akses pendidikan bagi anak dari keluarga miskin dan kelompok rentan.

“Saya mengapresiasi inisiatif Presiden Prabowo yang melahirkan Sekolah Rakyat, sekolah inklusif yang membuka akses tanpa tes bagi semua anak tidak mampu, khususnya dari kelompok rentan,” ujar Ary Ginanjar, Sabtu (5/702025). 

Menurut dia, Sekolah Rakyat merupakan inovasi luar biasa yang kemudian diimplementasikan Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf dalam menjawab tantangan kesenjangan akses pendidikan.

“Tantangannya tentu tidak mudah. Justru karena tanpa seleksi, maka sistemnya harus mampu menemukan bakat tersembunyi dan potensi terbaik dari setiap anak,” tuturnya. 

Untuk itu, Ary menekankan pentingnya penggunaan pendekatan dan metode yang disebutnya sebagai Metode Tepat 6, yakni 

Baca juga : Sekolah Rakyat: Jalan Untuk ‘Wisuda’ Dari Kemiskinan

1. Tepat Potensi & Gaya Belajar

2. Tepat Karir & Jurusan

3. Tepat Interaksi Sosial

4. Tepat Ekstrakurikuler

5. Tepat Dukungan Emosional, dan Tepat Pengembangan Diri

Baca juga : Seskab Teddy Sebut Sekolah Rakyat Bantu Anak-anak Dapatkan Pendidikan Bermutu

Seluruh pendekatan ini, menurutnya, harus dilaksanakan secara cepat, tepat, efektif, dan efisien dengan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI).

Untuk itu Ary juga memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Presiden Prabowo selaku penggagas Sekolah Rakyat, Mensos Gus Ipul, dan Ketua Tim Formatur Moh. Nuh, atas kepercayaan mereka dalam mewujudkan sistem pendidikan inklusif ini.

“Agar mereka yang tidak mampu bisa terangkat derajat ekonomi, mental dan karakternya serta daya saingnya dengan Talent DNA ESQ, sehingga talenta mereka terpetakan dengan baik semenjak awal hingga mereka dewasa dan berkarya kelak. Semoga menjadi amal ibadah. Amin," lanjutnya.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, para kepala sekolah dan guru Sekolah Rakyat telah dibekali kemampuan manajemen talenta berbasis AI.

Mereka memanfaatkan Talent DNA, sebuah life tool yang membantu mengenali gaya belajar, potensi alami, arah karir, dan dukungan emosional yang dibutuhkan setiap anak.

Baca juga : Dukung Sekolah Rakyat, Fahira Idris Sampaikan 4 Catatan dan Rekomendasi

“Yang selama ini kita ukur hanya IQ dan sekolahnya bagaimana. Tapi dengan pendekatan seperti ini, kita bisa menemukan siapa yang jenius di bidang apa. Setiap anak itu sejatinya jenius. Tugas kita sebagai pendidik adalah menemukannya dan menumbuhkannya,” ungkap Ary.

Dengan pendekatan seperti ini, Ary Ginanjar optimistis Sekolah Rakyat akan menjadi kawah candradimuka bagi lahirnya Generasi Emas Indonesia 2045.

Yakni, anak-anak dari kelompok rentan yang diberdayakan sejak dini agar kelak mampu menjadi pemimpin dan pelopor kemajuan bangsa.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.