Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pakar: Klarifikasi Menteri Maman Ke KPK Tunjukkan Political Goodwill
Selasa, 8 Juli 2025 13:24 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pakar Hukum Tata Negara dan dosen STIH IBLAM Law School, Radian Syam menilai, langkah Menteri UMKM Maman Abdurrahman yang mendatangi langsung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai political goodwill.
“Langkah tersebut menunjukkan niat baik Menteri Maman untuk menjaga integritas, membersihkan nama, serta transparan dalam menghadapi isu yang beredar,” ujar Radian saat dihubungi di Jakarta, Selasa (8/7/2025).
Baca juga : Yusril Sentil MK, DPR Tunjukkan Perlawanan
Ia menegaskan, sikap terbuka dari pejabat publik seperti Menteri Maman patut diapresiasi. “Kita harus menghormati dan mengapresiasi sikap kooperatif beliau kepada KPK,” ucapnya.
Menteri Maman sebelumnya mendatangi Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (5/7) pukul 15.05 WIB, untuk memberikan klarifikasi terkait viralnya surat berkop Kementerian yang mencantumkan nama sang istri, Agustina Hastarini, dalam rangkaian perjalanan ke Eropa.
Baca juga : Bos Danantara: BSI Punya Peran Penting Kembangkan Ekosistem Halal
“Saya berinisiatif sendiri menyerahkan beberapa dokumen untuk menuntaskan polemik isu yang berkembang terhadap diri saya dan keluarga saya,” kata Maman.
Maman menegaskan tidak ada dana negara yang digunakan dalam kegiatan tersebut. “Saya sampaikan, satu rupiah pun tidak ada uang dari APBN, satu rupiah pun tidak ada uang dari pihak lainnya,” tegasnya.
Baca juga : Dukung UMKM Naik Kelas, Menteri Maman Alirkan KUR Ke Sektor Produksi
Radian menambahkan, sebagai pejabat publik, Menteri Maman memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga prinsip transparansi dan etika, termasuk dalam menjaga nama baik keluarga. “Tidak hanya dalam tugas dan anggaran, tetapi juga dalam menjaga integritas keluarga agar terhindar dari praktik kolusi dan nepotisme,” jelasnya.
Terkait perjalanan sang istri yang juga merupakan bagian dari misi budaya bersama anaknya di luar negeri, Radian menyebut hal itu harus dilihat secara objektif. “Ini menunjukkan adanya dua sisi berbeda dalam situasi yang sedang berlangsung. Namun, kita tetap harus melihatnya secara proporsional dan positif,” tutupnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya