Dark/Light Mode

Berkaca dari Kasus Juliana Marins

Diah Warih Sarankan Tim Rescue Dibekali Perlengkapan Canggih

Rabu, 9 Juli 2025 14:45 WIB
Ketua Umum Ormas G-Nesia Diah Warih Anjari (Foto: Dok. Pribadi)
Ketua Umum Ormas G-Nesia Diah Warih Anjari (Foto: Dok. Pribadi)

RM.id  Rakyat Merdeka - Baru-baru ini, media sosial dihebohkan dengan kritikan pedas terkait proses evakuasi Juliana Marins, pendaki asal Brazil yang terjatuh di Taman Nasional Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB). Evakuasi baru dapat dilakukan Rabu, 25 Juni 2025, atau empat hari setelah pendaki ini dinyatakan hilang. 

Ada sejumlah faktor yang menyebabkan proses evakuasi berjalan lama. Di antaranya cuaca buruk dan medan yang cukup ekstrem.

Ketua Umum Ormas G-Nesia Diah Warih Anjari menyoroti terkait proses evakuasi yang membutuhkan waktu cukup lama memang tidak bisa dipungkiri. Menurut dia, kondisi alam memang berat dan peralatan yang dimiliki tim evakuasi dalam proses penyelematan masih minim.

Baca juga : Menlu Rusia Minta Dunia Turunkan Tensi Iran-Israel, Resolusi Diplomatik Penting

Oleh karenanya, tokoh perempuan asal Solo ini menyarankan agar perlengkapan evakuasi tim rescue diberikan yang aman, nyaman, modern, juga memperhitungkan penyelamatan tim rescue. "Tentunya peralatan rescue harus oke. Apalagi ini menyangkut nyawa. Jadi, tidak saja bisa mempermudah proses penyelematannya saja ya, tetapi juga perlengkapan dan peralatannya juga menjamin keselamatan jiwa tim penyelamat juga," katanya, di Jakarta, Rabu (9/7/2025).

Diwa sapaan Diah Warih Anjari, menyarakan agar Pemerintah menyediakan peralatan yang modern untuk mendukung proses penyelamatan. Bila perlu, teknologi canggih seperti drone bisa dipakai untuk proses penyelamatan.

Dia melanjutkan, beberapa waktu lalu ramai di media sosial tentang drone engineer yang mempermudah proses evakuasi korban dalam kondisi ekstrem sekalipun. Banyak negara di Asia yang sudah memiliki alat ini. 

Baca juga : Menag: Tak Pernah Ada Pembahasan Resmi Kuota Haji Indonesia Dikurangi 50 Persen

"Seperti yang terekam di video tim penyelamat Thailand, sedang menggunakan drone engineer untuk menyelamatkan korban dari bencana banjir. Saatnya tim rescue Indonesia memanfaatkan teknologi cangggih seperti yang diterapkan negara tetangga," imbuh Founder Diwa Foundation ini. 

Aktivis sosial ini mendukung sikap DPR yang merespons atas proses evakuasi pendaki Brazil yang mendapat sorotan internasional itu. Namun demikian, dia mengapresiasi kerja keras tim penyelamat.

Sosok Srikandi Solo ini juga memberikan dukungan penuh kepada Pemerintah, khususnya Kementerian Pariwisata, untuk tetap mempromosikan objek wisata Indonesia, termasuk di Taman Nasional Gunung Rinjani. Kendati demikian, prosedur keselamatan dan keamanan tetap harus diperhatikan secara detail.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.