Dark/Light Mode

Macron Tunjukkan Gestur Hangat ke Prabowo, Tanda Prancis Dukung Tatanan Multipolar

Selasa, 15 Juli 2025 20:37 WIB
Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Prabowo Subianto dalam perayaan Bastille Day 2025. (Foto: Ist)
Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Prabowo Subianto dalam perayaan Bastille Day 2025. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengamat Hubungan Internasional dari Universitas Padjadjaran Dina Sulaeman menilai gestur hangat Presiden Prancis Emmanuel Macron terhadap Presiden Prabowo Subianto dalam perayaan Bastille Day 2025 merupakan bagian dari strategi geopolitik Prancis untuk merangkul negara-negara Global South 

"Bahkan kadang mengkritik dominasi Amerika Serikat dan NATO," kata Dina, dalam keterangannya, Senin (15/7/2025).

Baca juga : Negosiasi Eropa Tuntas, Prabowo Mainkan Peran Strategis Di Dunia

Menurut Dina, momen keakraban Macron dengan Prabowo, yang saat ini memimpin negara besar di kawasan Asia Tenggara dan baru saja bergabung ke blok BRICS, menjadi simbol penting dalam arah baru diplomasi Prancis.

"Dengan menunjukkan gestur hangat ke Prabowo, seorang kepala negara dari kelompok Global South dan bahkan baru bergabung ke BRICS, Macron mungkin ingin membangun citra bahwa Prancis membuka diri terhadap tatanan multipolar," jelas Dina.

Baca juga : BNI Luncurkan Fitur Wondr Multicurrency Dukung Nasabah Jadi Global Citizen

Ia menambahkan, Macron kemungkinan melihat Prabowo sebagai figur potensial untuk memperkuat hubungan bilateral yang lebih seimbang. Tiak didikte oleh kepentingan Amerika Serikat maupun China. Terutama dalam isu-isu strategis seperti pertahanan, keamanan maritim, dan dinamika di kawasan Indo-Pasifik.

"Apalagi, Indonesia telah menandatangani kontrak pembelian 42 unit jet tempur Dassault Rafale salah satu kontrak penjualan terbesar Prancis di Asia Tenggara. Jadi, dari sisi kepentingan bisnis militer, Indonesia adalah pasar potensial yang sangat penting bagi Prancis," tambahnya.

Baca juga : Dorong Investasi Hulu, UU Migas Perlu Direvisi Untuk Dukung Ketahanan Energi

Dina menilai bahwa gestur simbolik dalam pertemuan antar pemimpin negara dapat memiliki dampak strategis jangka panjang. "Terutama dalam membentuk lanskap hubungan internasional yang lebih inklusif dan berimbang di tengah rivalitas kekuatan besar dunia," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.