Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Prabowo Subianto menutup rangkaian kunjungan luar negeri di Belgia dan Prancis dengan sejumlah capaian penting yang memperkuat posisi strategis Indonesia di panggung global.
Dalam keterangannya di Bandar Udara Orly, Paris, Prancis, Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya menyebut, bahwa lawatan ke dua negara ini berlangsung sangat produktif dan menghasilkan sejumlah pencapaian penting.
“Dalam dua hari ini, Presiden Prabowo melakukan kegiatan sangat-sangat produktif. Jadi di Belgia bertemu dengan 3 tokoh Uni Eropa dan Belgia. Jadi bertemu Presiden Komisi Eropa, kemudian bertemu Presiden Dewan Eropa, serta Raja Belgia,” ujar Seskab dikutip laman presidenpada Selasa (15/7/2025).
Baca juga : Negosiasi Eropa Tuntas, Prabowo Mainkan Peran Strategis Di Dunia
Pencapaian penting yang menjadi terobosan baru adalah tercapainya Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) antara Indonesia dan Uni Eropa.
Menurut Teddy, dengan tercapainya kesepakatan CEPA, tarif ekspor Indonesia ke Uni Eropa saat ini menjadi nol persen.
“Dari sebelumnya ada yang 10 persen, 20 persen, sekarang menjadi nol. Dan itu kesepakatan yang sangat amat baik untuk investasi, industri, dan ekonomi,” ungkapnya.
Baca juga : Juara Piala Presiden, Port FC Bangga Tekuk Juara Indonesia Dan Wakil Inggris
Dengan populasi mencapai 700 juta jiwa, Seskab meyakini bahwa CEPA dapat membuka akses Indonesia ke Eropa secara lebih luas.
“Anda dapat bayangkan tentunya ini sangat baik, populasi Eropa sekitar 700 juta. Berarti ini membuka seluas-luasnya hubungan antara Indonesia dan Eropa di segala macam bidang,” tambahnya.
Sementara itu di Prancis, Indonesia mencetak sejarah baru sebagai tamu kehormatan dalam Parade Militer Bastille Day. Undangan khusus dari Presiden Prancis, Emmanuel Macron kepada pemimpin negara yang tidak terjadi setiap tahun menunjukkan tingginya kepercayaan Prancis terhadap Indonesia.
Baca juga : Menkop: Presiden Resmikan Kopdes Merah Putih Di Klaten 21 Juli
“Anda dapat lihat dalam 10 tahun terakhir ada 2 kepala negara besar yang diundang. Tahun 2017 ada Presiden Trump, kemudian tahun 2023 ada Perdana Menteri Modi dari India. Tentunya ini kehormatan besar,” jelasnya.
Partisipasi kontingen Satgas Patriot II Indonesia dalam parade militer turut disambut dengan penghormatan tinggi dari Presiden Macron dan para tamu undangan. Jutaan pasang mata menyaksikan langsung penampilan gagah pasukan Indonesia di Paris yang tampil dengan membanggakan.
“Tentunya ini berarti Indonesia makin diperhitungkan dan sangat amat berpengaruh di dunia global,” tutupnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya