Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Eks Kadispenau Marsma TNI Fajar Adriyanto Gugur Dalam Laka Pesawat Di Bogor
Minggu, 3 Agustus 2025 13:58 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau TNI AU) periode 2019-2020 Marsma TNI Fajar Adriyanto gugur dalam musibah kecelakaan pesawat latih sipil Quicksilver GT500 di Desa Benteng Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (3/8/2025).
Fajar yang saat ini menjabat Kepala Kelompok Staf Ahli Komando Pendidikan dan Latihan Angkatan Udara (Kapoksahli Kodiklatau), bertindak sebagai pilot pesawat nahas tersebut.
Menurut keterangan Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsma TNI I Nyoman Suadnyana, pesawat bernomor registrasi PK-S126 milik Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) itu lepas landas dari Lanud Atang Sendjaja pukul 09.08 WIB.
“Latihan ini bagian dari pembinaan dan pemeliharaan kemampuan personel FASI yang berada di bawah binaan TNI AU,” kata Suadnyana di Bogor, seperti dikutip ANTARA, Minggu (3/8/2025).
Baca juga : Gelar Donor Darah di Tanah Abang, Fahira Idris: 1 Kantong Darah Selamatkan 3 Nyawa
Sekitar pukul 09.19 WIB, pesawat kehilangan kontak dan ditemukan jatuh di sekitar TPU Astana, Ciampea. Marsma TNI Fajar dan rekannya, Roni sebagai co-pilot langsung dievakuasi ke RSAU dr. M. Hassan Toto.
Namun, Fajar dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit. Jenazah saat ini berada di RSAU Lanud Atang Sendjaja untuk prosesi lebih lanjut.
Kondisi Laik Terbang
Suadnyana menjelaskan, pesawat latih sipil Quicksilver GT500 itu berada dalam kondisi laik terbang dan mengantongi izin terbang resmi.
“Penerbangan telah dilengkapi dengan SIT nomor SIT/1484/VIII/2025 dan merupakan sortie kedua hari itu,” kata Suadnyana.
Baca juga : Tak Langgar Aturan, Gag Nikel Diklaim Jadi Penopang Ekonomi Negara
TNI AU bersama aparat terkait telah mengevakuasi korban dan mengamankan lokasi kejadian.
Fajar merupakan lulusan AAU 1992 dan penerbang tempur F-16 dengan call sign “Red Wolf”. Almarhum pernah menjabat Danlanud Manuhua, Kadispenau, Kapuspotdirga, hingga Kapoksahli Kodiklatau.
“Atas nama keluarga besar TNI AU, kami menyampaikan rasa duka cita yang mendalam. Semangat dan pengabdian beliau akan jadi inspirasi bagi generasi penerus,” ujar Suadnyana.
Baca juga : PLN EPI Ajak Siswa Madrasah Belajar Listrik Lewat Program Edukatif
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya