Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Warga Pati Demo Besar, Gubernur Jateng Minta Sudewo Serap Aspirasi
Rabu, 13 Agustus 2025 17:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ribuan warga Pati menggelar aksi unjuk rasa besar menuntut Bupati Sudewo mundur, Rabu (13/8/2025). Menyikapi hal ini, Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi mewanti-wanti kepada Sudewo dan jajaran Muspida untuk bisa menyerap aspirasi masyarakat dengan menjaga situasi tetap kondusif.
"Karena, salah satu faktor indikasi investasi adalah situasi kondusif. Saya yakin kita mampu, karena Jawa Tengah adalah tepo silo, gotong royong kita cukup tinggi," katanya, di Universitas Diponegoro, Rabu (13/8/2025), seperti dikutip Antara.
Mengenai tuntutan massa agar Sudewo mundur, Luthfi tak banyak berkomentar banyak. "Mekanismenya harus di DPRD," imbuhnya.
Baca juga : Bupati Pati Didemo, “Dijewer” Gubernur, Lalu Meminta Maaf
Menurut dia, mekanisme mundurnya kepala daerah sudah diatur dalam Undang-Undang, termasuk melibatkan DPRD. Dia menghargai masyarakat terkait tuntutan tersebut, karena merupakan bagian hak setiap warga negara dalam menyampaikan pendapat di muka umum.
"Menyampaikan pendapat di muka umum adalah hak setiap warga negara sebagaimana diatur undang-undang, tetapi itu tidak bersifat absolut," katanya.
Luthfi melanjutkan, ada dua hal yang harus diperhatikan dalam menyampaikan pendapat tersebut. Pertama, tidak boleh dilakukan secara anarkis. Kedua, tidak boleh memaksakan kehendak, mengganggu kepentingan umum, dan harus sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Baca juga : Sambangi Pramono Anung, Gubernur Sulteng: Kami Mau Belajar
Sebelumnya, ribuan warga Kabupaten Pati melakukan unjuk rasa untuk menuntut Sudewo mengundurkan diri dari jabatannya karena dianggap sebagai pemimpin yang arogan. Aksi unjuk rasa warga tersebut digelar di kawasan Alun-alun Kota Pati, di depan pintu masuk Pendopo Kabupaten Pati.
Unjuk rasa ini berawal dari kebijakan Pemerintah Kabupaten Pati yang menaikkan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 250 persen plus ada pernyataan Sudewo yang dinilai menyakiti hati masyarakat yang mempersilakan berunjuk rasa hingga 5.000 ataupun 50.000 orang.
Sudewo sudah meminta maaf mengenai hal ini dan membatalkan kenaikan PBB-P2. Namun, aksi unjuk rasa tetap dilakukan warga dan berlangsung ricuh.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya