Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Berkaca Dari Kasus Noel, Ketua MUI Ingatkan Krisis Akhlak Pejabat
Selasa, 26 Agustus 2025 10:31 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kasus dugaan korupsi yang menjerat mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Noel Ebenezer kembali mengguncang kepercayaan publik.
Bagi Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Anwar Iskandar, masalah korupsi bukan hanya urusan hukum, tapi krisis akhlak para pemimpin negeri.
Kiai Anwar menegaskan, jika praktik lancung para pejabat dibiarkan, rakyat akan kehilangan keyakinan pada negara dan pemimpinnya.
"Dampaknya sangat tidak baik. Kalau tidak segera ada tindakan, bisa-bisa kepercayaan masyarakat terkikis," kata Kiai Anwar kepada RM.id, Selasa (26/8/2025).
Baca juga : Arteta Ingatkan Arsenal Tetap Pake Ilmu Padi
Menurutnya, anggapan bahwa korupsi merupakan budaya bangsa sama sekali keliru. Justru, perilaku itu adalah bentuk pengkhianatan terhadap janji suci saat dilantik.
Orang yang dengan sadar melanggar sumpah, lanjutnya, tidak hanya bersalah di mata hukum, tapi juga menghadapi konsekuensi spiritual yang berat.
"Orang yang mengingkari sumpahnya akan dilaknat oleh Tuhan," tegasnya.
Kiai Anwar menekankan pentingnya kesadaran moral bagi pejabat agar tidak tergoda bahaya laten korupsi. Dia mengingatkan bahwa ajaran agama jelas melarang korupsi.
Baca juga : Calon Tersangka Kasus Kuota Haji, KPK: Pemberi Perintah dan Penerima Aliran Dana
"Nyuri itu haram. Haram itu tidak berkah dan akan berakibat tidak baik bagi diri dan keluarganya. Di akhirat, jahannam tempatnya," kata Kiai Anwar mengingatkan.
Menurutnya, kasus Noel harus dijadikan peringatan keras kepada para pejabat untuk menjaga Amanah yang diberikan. Sebab, harta yang diperoleh dengan cara tidak benar hanya membawa kesengsaraan.
Dia juga menyoroti akar masalah korupsi yang berkelindan dengan lemahnya karakter. Bagi Kiai Anwar, rasa malu dan integritas harus dibentuk sejak dini melalui pendidikan dan keteladanan.
"Malu itu karakter, karakter itu akhlak, dan akhlak itu harus dibangun sejak kecil," ucapnya.
Baca juga : Diakui Dunia, Program MBG Tingkatkan Kecerdasan Anak
Selain itu, kata Kiai Anwar, kesadaran moral harus tumbuh dari dalam diri sendiri dan menyadari bahwa setiap perbuatan manusia diawasi dan kelak dihisab. Meski begitu, penegakan hukum tetap penting.
"Hukuman berat itu juga penting, tapi itu cara terakhir setelah membangun kesadaran tidak berhasil," tandasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya