Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sampaikan Duka untuk Korban Bentrokan
Ketum MUI Minta Aparat dan Elite Politik Peka Kondisi Rakyat
Jumat, 29 Agustus 2025 10:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Tragedi kemanusiaan yang mewarnai aksi unjuk rasa, Kamis (28/8/2025) dengan meninggalnya driver ojek online (ojol) Affandi Kurniawan (20) akibat ditabrak mobil Barakuda Brimob, mengusik hati Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Anwar Iskandar.
"Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Roijun, semoga almarhum Affandi mendapat magfirah Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan mendapatkan karunia ikhlas dan kesabaran," doa Kiai Anwar menyampaikan duka mendalam dalam keteragannya kepada RM.id, Jumat (29/8/2025).
Kiai Anwar berharap, tragedi ini mendapatkan atensi serius dari aparat penegak hukum. Pengasuh Pondok Pesantren Al Amin dan Assa’diyah Kediri itu menyayangkan korban jiwa dalam aksi unjuk rasa yang digelar ribuan aktivis buruh dan mahasiswa itu.
Dikhawatirkan, dengan meninggalnya driver Ojol tersebut, akan memicu kemarahan masyarakat yang selama ini sudah lelah dengan beban hidup yang makin berat akibat berbagai persoalan ekonomi yang menghimpit mereka. Dari kesulitan mencari pekerjaan, beban pajak yang makin terasa, serta beban lain yang mudah menyulut emosi rakyat.
Baca juga : Kemensos Salurkan Bantuan Untuk Korban Kebakaran di Bukit Duri, Grogol Utara dan Tambora
Untuk meredam kemarahan masyarakat tersebut, Kiai Anwar mendorong aparat penegak hukum segera bertindak tegas dan mengusut tuntas.
Jika perlu, tidak ada salahnya pimpinan tertinggi aparat juga ikut datang melayat, sekaligus menyampaikan permintaan maaf agar terasa empati terhadap korban dan keluarganya.
Sebab, dalam suasana kehidupan rakyat yang makin berat ini, diperlukan kepekaan sosial yang tinggi para elite politik agar masyarakat merasakan kehadiran negara.
Oleh karena itu, ke depan, Kiai Anwar yang juga Wakil Rais Aam PBNU itu menyerukan agar seluruh elemen bangsa makin meningkatkan rasa cinta kepada NKRI dengan saling menghormati diantara sesama anak bangsa.
Baca juga : Empati Korban Banjir, Gubernur NTB Lantik Pj Sekda Di Panti Jompo
Tidak kalah pentingnya, katanya, aparat penegak hukum seperti Polri termasuk juga TNI harus meningkatkan empati mereka kepada rakyat agar masyarakat kita merasakan adanya pengayoman.
"Bukan merasa terancam dan selalu khawatir terhadap keamanan diri dan keluarga akibat ulah oknum-oknum aparat yang tak bertanggung jawab," tekannya.
Ketum MUI juga mengingatkan agar aparat makin bijak dalam menangani aksi unjuk rasa dengan selalu mengedepankan pendekatan persuasif agar tragedi serupa bisa dihindari.
Lebih dari itu, Kiai Anwar juga menyerukan masyarakat tetap memegang norma dan ketertiban umum dalam setiap menyampaikan aspirasi.
Baca juga : Zelensky Minta Konflik Israel-Iran Dihentikan
"Tolonglah marilah kita sama-sama menjaga agar kehidupan demokrasi kita tetap terjaga dengan baik dan dengan rasa memiliki yang tinggi terhadap negeri tercinta ini. Saya juga berharap agar Pemerintah berani instropeksi diri agar bisa menjadi pelayan yang baik buat masyarakat, bukan malah sebaiknya," pungkasnya.
Seperti diberitakan, driver ojol Affan Kurniawan meninggal dunia setelah ditabrak dan dilindas oleh mobil Rantis Brimob Polri di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025) malam.
Affan Kurniawan sempat dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) setelah dilindas mobil Rantis Brimob Polri. Naas, nyawa Affan tak tertolong. Para driver ojol tidak terima dan menggeruduk Markas Brimob Kwitang. Hingga saat ini, situasi di sejumlah titik di Jakarta, masih memanas.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya