Dark/Light Mode

Peneliti BRIN Minta DPR Lebih Responsif terhadap Aspirasi Publik

Sabtu, 30 Agustus 2025 10:42 WIB
Foto: Ng Putu Wahyu Rama/RM.
Foto: Ng Putu Wahyu Rama/RM.

RM.id  Rakyat Merdeka - Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Aisah Putri Budiatri, menilai aksi publik yang berlangsung pada Kamis hingga Jumat (28-29/8/2025) kemarin semakin menegaskan kualitas anggota parlemen.

Para legislator dianggap tidak menunjukkan karakter sebagai negarawan dan representasi rakyat yang bertanggung jawab.

"Dari aksi publik kemarin kita semakin melihat bagaimana kualitas anggota parlemen kita yang nampak tak memperlihatkan karakter sebagai negarawan dan representasi rakyat yang bertanggungjawab,” tegas Aisah saat dihubungi, Sabtu (30/8/2025).

Dia menilai, langkah beberapa pimpinan DPR RI yang mengeluarkan pernyataan publik, termasuk permintaan maaf dan janji untuk berbenah diri, masih belum cukup.

“Karena masih nampak normatif dan tidak jelas langkah nyata yang sedang dan akan dilakukan oleh DPR, terutama terkait dengan tuntutan publik yang sedang diusung saat ini,” ujarnya.

Baca juga : Pemuda Muhammadiyah Ingatkan DPR Dengarkan Aspirasi Rakyat

Aisah juga menyoroti perilaku sebagian anggota DPR yang dinilai bertolak belakang dengan harapan masyarakat.

Ia menyebut, alih-alih menunjukkan empati dan responsif, justru ada sikap yang merendahkan publik.

“Kita lihat anggota dewan mengeluarkan kata-kata yang justru tidak pantas dan merendahkan rakyat,” sesalnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti sikap DPR di tengah aksi massa. Tidak terlihat adanya upaya cepat tanggap dari anggota dewan untuk membahas tuntutan masyarakat.

“Di tengah aksi massa, tidak juga kita lihat ada anggota dewan yang membahas secara langsung secara cepat tanggap untuk membahas tuntutan rakyat, sebaliknya mereka justru menghindar datang dari gedung DPR,” ungkap Aisah.

Baca juga : Muhammadiyah Minta Elit Politik Lebih Sensitif Terhadap Aspirasi Rakyat

Bahkan, muncul kabar bahwa sebagian anggota DPR memilih untuk pergi ke luar negeri dengan agenda yang dinilai tidak mendesak. “Miris sekali,” tambahnya.

Kekecewaan publik semakin diperparah dengan sikap DPR yang tidak mengambil tindakan serius terhadap perilaku tak pantas sejumlah anggotanya.

“Misalnya, DPR tidak melakukan sidang etik atas anggotanya yang ‘joget-joget’ di gedung parlemen saat sidang yang seharusnya sakral atau tidak ada sidang etik ketika anggotanya menyebut rakyat tolol,” kata Aisah.

Menurutnya, dalam beberapa waktu terakhir DPR semakin memperlihatkan wajah asli yang jauh dari ekspektasi rakyat.

Ia memperingatkan, bila tidak ada langkah nyata, kekecewaan masyarakat bisa berujung pada gelombang aksi yang lebih besar.

Baca juga : 2 Hari Naik Whoosh, Prabowo Tunjukkan Dukungan Terhadap Transportasi Publik

Aisah menekankan pentingnya DPR segera berbenah dan mengambil langkah konkret agar tetap dipercaya sebagai representasi rakyat.

“Oleh karena itu, DPR harus memperlihatkan sikap serius dan sigap menghadapi publik dan merespon tuntutannya, agar masih dipandang sebagai representasi rakyat yang memang seharusnya,” tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.