Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Pakar komunikasi politik Universitas Airlangga, Dr. Suko Widodo, menilai gaya komunikasi dari Istana Negara dalam merespons isu-isu publik sudah mulai menunjukkan perbaikan.
Hal ini terlihat dari penanganan insiden pemadaman listrik di Bali pada Jumat (2/5) saat Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi kini mulai intens tampil langsung sebagai juru bicara Presiden
Pemadaman yang terjadi jelang Hari Raya Kuningan menimbulkan keresahan luas. Namun pemerintah bergerak cepat.
Mensesneg Prasetyo Hadi tampil sebagai juru bicara resmi Presiden, menyampaikan informasi tidak hanya lewat rilis, tetapi juga video percakapan langsung dengan Dirut PLN.
Baca juga : Bali Mati Listrik, Mensesneg Telepon Dirut PLN
“Langkah ini memberikan kesan bahwa negara hadir dan tanggap. Publik tidak dibiarkan menebak-nebak; mereka diberi informasi langsung dari pusat kekuasaan, dengan gaya komunikasi yang jelas dan tidak bertele-tele,” ujar Dr. Suko, Sabtu (3/5).
Respons cepat dan visual ini dianggap menegaskan kehadiran negara di tengah krisis. Publik tidak dibiarkan berspekulasi, melainkan diberi penjelasan langsung dari pusat kekuasaan.
“Ini menandai arah baru komunikasi Istana. Bukan sekadar klarifikasi, tapi juga bentuk penghormatan terhadap hak publik atas informasi."
Ia menambahkan, di era keterbukaan informasi, publik tak bisa lagi dilayani dengan gaya komunikasi lama yang berjarak dan teknokratis.
Baca juga : Solo Diusulkan Jadi Daerah Istimewa, Istana Masih Pelajari
Kejelasan teknis yang didukung komunikasi publik yang terkoordinasi memperlihatkan bahwa pemerintah, dalam hal ini Istana dan kementerian terkait, tidak hanya bekerja—tetapi juga mampu menjelaskan secara langsung dan rasional kepada masyarakat.
"Di era digital kita butuh komunikasi publik yang transparan, cepat, dan terkoordinasi. Masyarakat membutuhkan kehadiran negara yang tidak hanya responsif, tetapi juga komunikatif dan terbuka."
Selain Mensesneg, ia juga menyoroti peran Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Angga Raka Prabowo dalam penanganan media massa yang dinilainya semakin terkoordinasi.
Hal ini terlihat dari diselenggarakannya sesi wawancara on the record Prabowo dengan jurnalis senior secara spontan di Hambalang beberapa waktu lalu.
Baca juga : KPK Imbau Kepala Instansi Beri Sanksi
“Dengan ini respons antar-lembaga dalam hal komunikasi terasa lebih terarah dan tidak saling lempar tanggung jawab. Pemerintah tampil sebagai satu suara, menjelaskan fakta-fakta secara utuh dan bertanggung jawab.”
Ke depan, menurut dia, pola seperti ini seharusnya tidak hanya muncul saat krisis dan menjadi standar baru pemerintah.
"Pemerintah yang baik tidak hanya mampu bekerja dengan efisien, tetapi juga menjelaskan apa yang dikerjakan dan mengapa—dengan cara yang jujur, manusiawi, dan tanpa jargon.“
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya