Dark/Light Mode

Demi Indonesia, Penyelenggara Negara Harus Buka Ruang Dialog

Sabtu, 30 Agustus 2025 22:04 WIB
Ketum Hipmi Akbar Himawan Buchari menyerukan agar Pemerintah dan DPR membuka ruang dialog dengan masyarakat. (Foto: Ist)
Ketum Hipmi Akbar Himawan Buchari menyerukan agar Pemerintah dan DPR membuka ruang dialog dengan masyarakat. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Akbar Himawan Buchari berpesan agar seluruh pihak menahan diri. Akbar juga meminta agar Pemerintah dan DPR membuka ruang dialog dengan masyarakat. Pertama-tama, Akbar turut berbela sungkawa atas meninggalnya Affan Kurniawan yang terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob. Namun, dia juga khawatir jika kondisi ini terus berlangsung, maka ekonomi nasional yang akan terkena getahnya.

"Tentu kita turut berduka atas meninggalnya Adinda Affan. Kita juga harus sadar bahwa ekonomi mulai terkena imbasnya," ujar Akbar dalam pernyataan resminya di Jakarta, Sabtu (31/8/2025).

Baca juga : Kadin Indonesia Minta Penyelenggara Negara Buka Ruang Dialog Dengan Masyarakat

Melihat kondisi ekonomi yang terjadi, tentu mengkhawatirkan. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) aliran modal asing keluar dari pasar keuangan domestik tembus Rp 250 miliar pada periode 25-28 Agustus 2025. Kabar tak sedap juga datang dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada penutupan pekan ini, IHSG melemah 1,53 persen, atau kehilangan 121 poin ke level 7.830,49. Bahkan dalam sehari, market cap bursa saham Indonesia menguap Rp 195 triliun.

"Begitu juga dengan rupiah yang ikut melemah. Jika tidak segera disudahi, dampak terhadap ekonomi akan semakin parah," ulas Akbar. Sebab itu, dia meminta Pemerintah dan DPR membuka ruang dialog dengan masyarakat. Karena dengan cara ini, kekecewaan publik bisa terobati. 

Baca juga : Perekonomian Indonesia Positif, Texas Chicken Buka Gerai Di Bekasi

"Dengan kerendahan hati, kami meminta agar penyelenggara negara membuka ruang dialog, duduk bersama dengan masyarakat," pinta Akbar.

Dia juga meminta agar seluruh elemen bangsa mengedepankan semangat nasionalisme. Tentu tujuannya untuk mensejahterakan masyarakat. "Saat ini, ekonomi dunia sedang tidak baik-baik saja. Pertahanan terbaik kita adalah penguatan ekonomi domestik. Sehingga kita semua harus bekerja sama," pesan Akbar.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.