Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
UI Minta Warga Jaga Ketertiban, Cegah Penjarahan Dan Perusakan Fasilitas Publik
Minggu, 31 Agustus 2025 20:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Universitas Indonesia (UI) meminta masyarakat untuk mencegah aksi penjarahan maupun perusakan fasilitas publik yang belakangan marak terjadi di sejumlah wilayah.
Imbauan tersebut disampaikan Rektor Universitas Indonesia, Prof Heri Hermansyah, dalam pernyataan resmi terkait aksi massa dan perkembangan politik terkini, Minggu (31/8/2025).
Dalam pernyataan tersebut, ia menekankan pentingnya ketenangan di tengah meningkatnya ketegangan masyarakat dengan aparat yang meluas di beberapa daerah.
Baca juga : 49 Putra Papua Raih Sertifikasi Migas Lewat Program Pertamina Drilling
Menurutnya, masyarakat harus menahan diri agar tidak terprovokasi tindakan anarkis yang justru merugikan bangsa.
“Mengimbau agar seluruh masyarakat Indonesia bisa tenang dan menahan diri,” kata Heri Hermansyah dalam keterangan resminya, Minggu (31/8).
Ia menambahkan, cara menyampaikan aspirasi harus dilakukan secara tertib, tanpa merusak fasilitas umum. Karena kerugian akibat perusakan fasilitas publik akan kembali ditanggung masyarakat.
Baca juga : Mitra Jadi Korban Insiden, Grab Hadirkan Solidaritas Nyata
Rektor Heri menegaskan, penegakan hukum yang tegas dan adil juga perlu dilakukan aparat untuk menjaga kepercayaan publik. “Meminta tindakan tegas dan penegakan hukum yang dilaksanakan tanpa tebang pilih untuk
mengembalikan kepercayaan publik,” lanjutnya.
Selain soal keamanan, Rektor UI juga meminta pemerintah perlu memastikan bahwa setiap kebijakan ekonomi yang diambil harus benar-benar pro-rakyat. Bukan malah menambah kesulitan rakyat.
“Yang menyejahterakan dan mengurangi beban hidup masyarakat,” ingatnya.
Baca juga : Transjakarta Imbau Masyarakat Jaga Fasilitas Publik
Terakhir, ia meminta semua pihak agar menjaga persatuan dan kesatuan seluruh elemen bangsa dari perpecahan.
Imbauan tersebut disampaikan merespons aksi protes besar-besaran di sejumlah wilayah, dengan mengusung berbagai isu dan tuntutan. Aksi massa tersebut juga berakhir dengan kerusuhan dan penjarahan yang menyasar kantor polisi, rumah anggota DPR hingga menteri. Selain itu. Fasilitas umum seperti halte bus, lampu lalu lintas, dan ruang terbuka dilaporkan mengalami kerusakan
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya