Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Jelaskan ke Warga Pati, KPK: Kasus Dugaan Suap Rel KA Masih Berjalan
Senin, 1 September 2025 15:26 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan, proses penyidikan perkara dugaan korupsi kasus dugaan kasus suap proyek pembangunan jalur kereta api Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan yang menyeret nama Bupati Pati Sudewo, masih berjalan.
Hal itu disampaikan Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada warga Kabupaten Pati yang menggelar aksi di depan Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin (1/9/2025).
“Kami pastikan penyidikan perkara tersebut tidak berhenti, penyidikan perkara tersebut masih berproses," kata Budi, di depan massa aksi yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB).
Dia mengungkapkan, KPK tak bisa terburu-buru mengusut suatu kasus. Komisi antirasuah harus memastikan seluruh proses penegakan hukum tersebut dapat dilakukan secara profesional dan taat terhadap asas-asas hukum.
“Butuh kecermatan dalam melakukan pendalaman maupun pengumpulan barang bukti,” tuturnya.
Budi pun mempersilakan warga Pati yang mempunyai sejumlah informasi tambahan terkait perkara tersebut untuk menyampaikannya ke KPK.
Baca juga : Wagub Rano Ajak Warga Jaga Jakarta, Jangan Rusak Fasilitas Umum
“Gedung KPK adalah gedung rakyat yang selalu terbuka untuk seluruh masyarakat di Indonesia,” ujar Budi.
Ratusan warga ini berbondong-bondong berangkat dengan tujuh bus dari Pati, Minggu (31/8/2025) dan tiba di Gedung Merah Putih KPK tadi pagi.
Rombongan yang berjumlah sekitar 350 orang, tiba dengan menggunakan tujuh bus, sekitar pukul 07.52 WIB. Setelah beristirahat sejenak, mereka menggelar aksi di halaman Gedung, sekitar pukul 08.47 WIB. Mereka menuntut KPK untuk memproses hukum Sudewo.
Setelah berorasi, beberapa perwakilan warga kemudian diterima oleh pihak KPK untuk audiensi.
Sudewo sudah diperiksa sebagai saksi pada Rabu (27/8/2025) pekan lalu. Digarap penyidik selama hampir 7 jam, mantan Anggota Komisi V DPR itu dicecar soal aliran uang dari dugaan suap tersebut.
"Semua pertanyaan saya jawab sejujur-jujurnya dan apa adanya,” klaimnya.
Baca juga : Naik Bus dari Pati, Ratusan Warga Tuntut KPK Usut Kasus Bupati Sudewo
Sudewo mengaku lupa jumlah pertanyaan yang diajukan penyidik. Yang pasti, dia ditanya soal aliran uang dari dugaan korupsi proyek tersebut.
“Kalau soal uang, itu juga ditanyakan dan itu sudah dijelaskan dalam pemeriksaan kira-kira dua tahun yang lalu,” ucapnya.
Sudewo mengklaim uang yang diperolehnya berasal dari pendapatannya saat menjadi Anggota DPR RI.
“Semua rinci, ada pemasukan, pendapatan, ada pengeluaran,” tuturnya.
Dia juga membantah pernyataan KPK yang menyatakan mengembalikan uang yang diduga berasal dari praktik rasuah tersebut. “Nggak ada pengembalian uang,” tegasnya.
Sudewo belakangan menjadi sorotan karena kebijakannya menaikkan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 250 persen.
Baca juga : Puan: Jaga Persatuan & Kesatuan, Jangan Kita Terpecah Belah
Setelah didemo besar-besaran oleh warga Pati, kebijakan Sekadar latar, kasus ini terbongkar dari gelaran Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK di BTP Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah DJKA Kemenhub pada April 2023.
KPK kemudian menetapkan 10 orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur rel kereta api di Jawa, Sumatera, dan Sulawesi.
Kasus ini kemudian berkembang. Hingga November 2024, KPK telah menetapkan 14 tersangka, serta dua korporasi sebagai tersangka kasus tersebut.
Kasus dugaan tindak pidana korupsi tersebut terjadi pada proyek pembangunan jalur kereta api ganda Solo Balapan-Kadipiro-Kalioso; proyek pembangunan jalur kereta api di Makassar, Sulawesi Selatan; empat proyek konstruksi jalur kereta api dan dua proyek supervisi di Lampegan Cianjur, Jawa Barat; dan proyek perbaikan perlintasan sebidang Jawa-Sumatera.
Dalam pembangunan dan pemeliharaan proyek tersebut, diduga telah terjadi pengaturan pemenang pelaksana proyek oleh pihak-pihak tertentu melalui rekayasa sejak proses administrasi sampai penentuan pemenang tender.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya