Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Sejumlah Kepala Daerah memilih turun langsung menemui demonstran untuk membuka ruang dialog. Hal ini sebagai upaya meredam potensi amarah yang bisa berujung anarkisme. Pola komunikasi yang lebih proaktif ini dinilai efektif menjaga aksi massa tetap kondusif, setelah gelombang demonstrasi sebelumnya memicu kerusuhan dan kerusakan fasilitas umum.
Salah satu contoh ditunjukkan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang menemui mahasiswa di depan kantor DPRD Provinsi Lampung, Senin (1/9/2025). Berkat dialog terbuka, aksi demonstrasi berlangsung damai tanpa insiden.
Langkah serupa dilakukan Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid bersama Wali Kota Palu Hadianto Rasyid dan pimpinan DPRD Sulteng. Mereka menemui massa aksi dan sepakat memfasilitasi tuntutan mahasiswa ke pihak terkait. Aksi pun berjalan aman dan terkendali.
Baca juga : Larangan Kepala Daerah Kunjungan ke Luar Negeri Bisa Tekan Gejolak
Di Maluku Utara, Gubernur Sherly Tjoanda Laos bersama Wakil Gubernur Sarbin Sehe, Ketua DPRD Ikbal Ruray, dan Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman juga hadir langsung menemui pengunjuk rasa di depan kantor DPRD Kota Ternate. Sherly bahkan mengapresiasi keberanian mahasiswa menyampaikan aspirasi dengan tertib.
Menurut Sosiolog Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Asep Sunarya, langkah sejumlah kepala daerah menemui massa menandakan adanya kesadaran bahwa pendekatan keamanan semata tidak efektif dalam meredam aksi.
“Para kepala daerah cepat belajar membaca situasi. Mereka berusaha tampil sebagai pejabat publik yang mau membuka diri,” ujar Asep, Selasa (2/9/2025).
Baca juga : KLB Campak Di 80 Tahun Kemerdekaan Dan Rendahnya Vaksinasi
Asep menilai kemarahan publik yang dipicu oleh sikap arogan sebagian anggota DPR berhasil diredam karena kepala daerah turun langsung menjalin komunikasi. “Kemarahan publik muncul karena komunikasi DPR buruk, terkesan merendahkan masyarakat. Kepala daerah justru menempuh cara berbeda yaitu dialog,” jelasnya.
Lebih jauh, Asep menegaskan pendekatan komunikatif jauh lebih efektif dibanding membenturkan massa dengan aparat.
“Jika pola ini terbukti berhasil, aparat seharusnya ditarik dari lapangan. Langkah kepala daerah lebih bisa diterima massa dan minim benturan,” tambahnya.
Baca juga : SIM Keliling Tangerang Kota Sabtu 30 Agustus, Cek Di Sini Lokasinya
Menurut Asep, sikap proaktif ini juga menunjukkan kapasitas kepemimpinan yang matang. “Berbeda dengan sebagian anggota DPR, terutama yang berlatar belakang artis, yang cenderung melihat masyarakat sebagai fans, bukan konstituen. Kepala daerah lebih memahami keresahan rakyat karena berangkat dari akar rumput,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya