Dark/Light Mode

Cetak ASN Adaptif-Inovatif, Kemendagri Gelar Pelatihan Teknologi Dan AI

Selasa, 9 September 2025 20:22 WIB
Sekretaris BSKDN, Noudy R.P. Tendean. (Foto : Kemendagri)
Sekretaris BSKDN, Noudy R.P. Tendean. (Foto : Kemendagri)

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar Pelatihan Teknologi dan Artificial Intelligence (AI) di Aula BSKDN pada Selasa (9/9/2025).

Langkah ini diambil untuk memperkuat kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) di era transformasi digital.

Kegiatan tersebut diharapkan mampu mencetak ASN yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing tinggi dalam mendukung pelayanan publik serta penyusunan kebijakan berbasis data.

Baca juga : RHVAC Indonesia 2025 Siap Digelar, Hadirkan Teknologi Pendingin Hemat Energi

Sekretaris BSKDN, Noudy R.P. Tendean, menegaskan penguasaan teknologi, termasuk AI, kini sudah menjadi kebutuhan mendesak.

Menurutnya, AI bukan sekadar tren, melainkan instrumen penting untuk meningkatkan efisiensi kerja, mempercepat pengambilan keputusan berbasis data, dan menghadirkan pelayanan publik yang lebih responsif.

"AI ini jika digunakan dengan bijak dapat mendorong inovasi dan percepatan transformasi digital di lingkungan pemerintah. Penguasaan AI juga akan memacu ASN untuk terus beradaptasi dan menciptakan inovasi yang meningkatkan daya saing institusi," ujar Noudy.

Baca juga : Cetak Generasi Emas, Kao Indonesia Kembali Gelar Program Edukasi Anak KAO

Ia menambahkan, melalui pelatihan ini, ASN diharapkan mampu memanfaatkan AI untuk mengotomatisasi tugas rutin dan administratif. Dengan begitu, mereka bisa lebih fokus pada analisis mendalam serta pengambilan keputusan strategis.

Selain itu, pemanfaatan AI juga mendorong terwujudnya kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy) dengan analisis big data yang cepat, tepat, dan akurat.

"AI mampu mengelola data dalam jumlah besar (big data) serta mengidentifikasi pola dan tren penting yang dapat digunakan sebagai dasar dalam merancang kebijakan yang lebih tepat dan berdampak," tegasnya.

Baca juga : Meriahkan HUT Ke-80 RI, Kemenimipas Gelar Bansos, Donor Darah Dan Khitanan

Lebih jauh, Noudy mengingatkan bahwa perkembangan teknologi membawa tantangan sekaligus peluang. Tantangan itu mencakup kecepatan perubahan teknologi, risiko etika, privasi data, hingga keterbatasan infrastruktur di sejumlah daerah.

Sementara peluang yang bisa dimanfaatkan, kata dia, sangat besar. Mulai dari peningkatan produktivitas kerja, percepatan inovasi layanan publik, hingga peningkatan kualitas kebijakan yang lebih tepat sasaran.

“Lebih daripada itu, pelatihan ini semoga memberikan dampak nyata bagi kinerja Bapak/Ibu menjadi lebih produktif dan berorientasi pada hasil. Melalui pelatihan ini juga jangan sampai AI meninabobokan kita tetapi justru menumbuhkan kinerja kita menjadi lebih inovatif," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.