Dark/Light Mode

Dongkrak Pertumbuhan, Pemerintah Lanjutkan Stimulus Ekonomi

Minggu, 7 September 2025 07:25 WIB
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Khairizal Anwar/RM)
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Khairizal Anwar/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sukses dongkrak pertumbuhan di kuartal II, Pemerintah kembali lanjutkan stimulus ekonomi. Harapannya, daya beli semakin bertaji dan ekonomi bisa terbang tinggi.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan, Pemerintah melanjutkan program-program yang menyasar masyarakat. Termasuk kelas menengah untuk mendorong konsumsi domestik.

“Tinggal beberapa program itu akan dilakukan penebalan terhadap program yang diberikan masyarakat,” kata Airlangga di Jakarta, kemarin.

Baca juga : Nadiem Tersangka, Istana Tidak Ikut Campur

Penebalan program yang dimaksud adalah stimulus ekonomi di semester II. Instrumennya, memberikan insentif seperti yang dilakukan pada kuartal II 2025, yakni subsidi gaji hingga pembebasan pajak penghasilan (PPh) untuk pekerja sektor tertentu.

“Yang sekarang ada kan stimulus seperti gaji yang di bawah Rp10 juta itu sudah berjalan, gaji untuk padat karya. Sektor tertentu kan PPh-nya ditanggung Pemerintah itu sudah dinikmati 1,7 juta masyarakat,” urai Airlangga.

Selain itu, program terkait perumahan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga akan diberikan Pemerintah. “Kemudian juga ada program renovasi rumah itu juga akan terus didorong,” kata Airlangga.

Baca juga : Kejagung Ajukan Kasasi Terhadap Vonis Zarof Ricar

Pemerintah juga menyiapkan langkah-langkah untuk mencegah potensi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal. Dengan begitu, penyerapan tenaga kerja tetap terjaga.

Deregulasi di beberapa sektor industri, terutama di wilayah Jawa, diproyeksikan dapat membuka lebih dari 100 ribu lapangan kerja baru. Pemerintah juga memastikan fasilitas perlindungan ketenagakerjaan tetap diberikan bagi pekerja kontrak.

Wakil Ketua Komisi XI DPR Hanif Dhakiri menilai, sebagai wujud kehadiran negara, keputusan Pemerintah melanjutkan stimulus sudah tepat. Namun, Hanif mengingatkan, jangan sampai langkah besar ini direduksi menjadi klaim stabilitas ala menteri.

Baca juga : Lucius Karus: DPR Tak Berdaya Dan Tak Punya Inisiatif

“Yang dibutuhkan rakyat sederhana. Harga pangan turun, pekerjaan ada, dan daya beli terasa di rumah tangga,” ulas Hanif saat dihubungi Rakyat Merdeka, Sabtu (6/9/2025).

Dia mengakui, pertumbuhan 5,12 persen di kuartal II membuktikan stimulus bisa berhasil, tetapi manfaatnya harus nyata. Program MBG harus tuntas dan sampai ke anak-anak, perumahan murah harus mudah diakses, UMKM harus mendapat kredit yang adil.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.