Dark/Light Mode

Terkendala Cuaca, Penyelamatan 7 Karyawan Freeport Gunakan Drone

Kamis, 18 September 2025 08:05 WIB
Proses pembuatan lubang vertikal tambahan. (Foto: Freeport)
Proses pembuatan lubang vertikal tambahan. (Foto: Freeport)

RM.id  Rakyat Merdeka - Upaya penyelamatan tujuh karyawan PT Freeport Indonesia (PTFI) yang terjebak longsor di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC), Papua, penuh tantangan. Cuaca buruk dan pergerakan material longsor membuat tim penyelamat harus mengerahkan drone untuk memantau lokasi para pekerja.

Vice President Corporate Communications PTFI, Katri Krisnati mengatakan, tim penyelamat terus berupaya membuka akses menuju lokasi pekerja. Namun, upaya ini menghadapi tantangan besar karena volume material basah yang menimbun jauh lebih besar dari insiden sebelumnya dan masih aktif bergerak.

Untuk mencapai hasil optimal, Freeport menghentikan operasi produksi di Grasberg Block Cave. Fokus utama diarahkan ke misi penyelamatan. Bahkan, dua terowongan baru sudah digali untuk mencari jalur masuk, meskipun hingga kini para pekerja belum berhasil dijangkau.

Selain penggalian, tim juga menggunakan metode pengeboran dari level servis tambang, dekat ruang perlindungan (refuge chamber). Upaya ini diharapkan bisa membuka saluran oksigen dan jalur komunikasi. Di sisi lain, drone bawah tanah diterbangkan untuk memantau kondisi area yang rawan runtuh.

Baca juga : Selamatkan 7 Karyawan Freeport, Tim Penyelamat Kerja Tanpa Henti

"Tim penyelamat bekerja tanpa henti untuk membuka akses menuju lokasi keberadaan karyawan dengan alat berat, bor, dan drone, meski terus menerus menghadapi tantangan besar dan risiko keselamatan tinggi," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (17/9/2025).

Kendala cuaca disebut sebagai faktor lain yang memperlambat operasi. Hujan deras kerap turun di kawasan pegunungan Papua, membuat stabilitas tanah semakin labil. Lumpur yang masih bergerak juga menutup peralatan berat yang sudah disiapkan.

"Proses penyelamatan sangat kompleks, penuh risiko, dan membutuhkan waktu lebih lama,” katanya.

Keseriusan Freeport ditunjukkan dengan hadirnya pimpinan tertinggi Freeport-McMoRan di Tembagapura. Chairman Richard Adkerson dan CEO Kathleen Quirk, didampingi Presiden Direktur PTFI Tony Wenas, meninjau langsung operasi. Mereka bertemu keluarga korban, menyerap keresahan, lalu bergabung dalam doa bersama yang digelar komunitas setempat.

Baca juga : Fokus Selamatkan 7 Penambang, Freeport Sementara Berhenti Produksi

“Kami mengajak seluruh pihak untuk mendoakan kelancaran operasi penyelamatan serta keselamatan tim yang bertugas di lapangan,” pungkas Katri.

Bukan hanya manajemen perusahaan, Pemerintah pun turun tangan. Kepala Inspektur Tambang bersama tim dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), BPBD, dan Basarnas Mimika telah meninjau sejumlah titik operasi. Kehadiran negara menjadi sinyal bahwa nyawa para pekerja adalah prioritas.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan hingga saat ini proses penyelamatan masih berlangsung meski cuaca tak bersahabat. "Cuaca di sana memang masih dalam kondisi yang belum memungkinkan karena itu terjadi di underground,” kata Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (17/9/2025).

Menurutnya, PTFI telah menghentikan seluruh aktivitas produksi untuk memfokuskan sumber daya pada pencarian korban. “Semua aktivitas produksi dihentikan. Semua fokus untuk mencari korban,” tegasnya.

Baca juga : Karya Peradaban Islam: Penemuan Astrolabe

Bahlil menambahkan, tim dari Kementerian ESDM ikut berada di lapangan. Kepala Inspektur Tambang (KaIT) beserta tim inspektur tambang mengawal langsung proses penyelamatan bersama manajemen PTFI.

“Tim kami di sana, kerja full terus. Pak Tony Wenas juga sudah berkomunikasi dengan saya,” ujarnya.

Dia menyebut hingga kini tujuh pekerja diyakini berhasil masuk ke fasilitas tempat berlindung di area tambang. Mereka adalah Irwan, Wigih Hartono, Holong Gembira Silaban, Dadang Hermanto, Victor Manuel Bastida Ballesteros, Zaverius Magai, dan Balisang Telile.

Longsor terjadi pada Senin (8/9/2025), sekitar pukul 22.00 WIT. Longsor berasal dari salah satu titik pengambilan produksi, menyebabkan tertutupnya jalur evakuasi dan membuat tujuh pekerja terjebak di dalam terowongan tambang. Lima orang merupakan warga negara Indonesia dan dua orang asing asal Chile serta Afrika Selatan. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.