Dark/Light Mode

Tersebar Di Berbagai Platform Media Sosial

BNPT Temukan 6.402 Konten Berbau Radikal

Selasa, 23 September 2025 06:40 WIB
Kepala BNPT Komisaris Jenderal Polisi Eddy Hartono. (Foto: YouTube/Humas BNPT)
Kepala BNPT Komisaris Jenderal Polisi Eddy Hartono. (Foto: YouTube/Humas BNPT)

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melakukan pemantauan konten bermuatan radikalisme dan terorisme di dunia maya. Radikalisasi dan terorisme tidak boleh tumbuh di Indonesia.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komisaris Jenderal Polisi Eddy Hartono membeberkan hasil pantauan BNPT di seluruh platform media sosial sepanjang Januari-Agustus 2025 terkait konten bermuatan radikalisme dan terorisme. Ditemukan, terdapat 6.402 konten bermuatan radikalisme dan terorisme. 

"Walaupun itu kontennya konten lama, tetapi tetap terus diulang postingannya," kata Eddy di Jakarta, Senin (22/9/2025). 

Baca juga : Proteksi Baja Lokal Dari Produk Impor!

Pemantauan platform media sosial, kata Eddy, dilakukan oleh Satuan Tugas (Satgas) Pelaksanaan Kontra Radikalisasi. Satuan ini, kata dia, akan berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk mempertimbangkan penutupan akun, maupun take down atau penurunan konten. 

"Kalau konten berbau radikalisme dan terorisme itu dihilangkan, maka dunia maya akan lebih steril dari hal negatif tersebut. Sehingga, generasi muda maupun masyarakat luas bisa terhindar dari pengaruh buruk terorisme," katanya. 

Eddy merinci, dari 6.402 konten bermuatan terorisme, sebanyak 4.863 berbentuk propaganda, pendanaan 424 temuan, penyedia logistik 30 temuan, pelaksanaan serangan 817 temuan, perekrutan 108 temuan, pelatihan 73 temuan, perencanaan 24 temuan, persembunyian 33 temuan, dan para militer 30 temuan.

Baca juga : Industri Jadi Motor Penggerak Ekonomi

Sedangkan berdasarkan platformnya, kata Eddy, tersebar di berbagai platform media sosial. Yaitu, di TikTok terdapat 23 akun, WhatsApp 394 akun/grup, Telegram 93 akun/grup, Instagram 222 akun, media daring 433 link, Twitter (X) 159 akun, YouTube empat akun, serta Facebook 5.074 akun. 

"Semua ini kami pantau terus 24 jam,” katanya. 

Eddy menegaskan, BNPT terus menggencarkan berbagai program kontra-radikalisasi di ruang siber. Yakni, upaya terencana, terpadu, sistematis, dan berkesinambungan yang ditujukan untuk menghentikan penyebaran paham radikal terorisme. 

Baca juga : Pram Aktif Ajak Warga Naik Angkutan Umum

Upaya kontra-radikalisasi, kata Eddy, dilakukan dengan membangun kekuatan individu atau kelompok, agar lebih tahan terhadap pengaruh paham radikal serta melawan penyebaran ideologi atau keyakinan ekstrem. Yaitu, dengan melalui berbagai pendekatan seperti hukum, psikologi, agama, ekonomi, pendidikan, kemanusiaan, dan sosial-budaya. 

"Adapun, berbagai langkah kontra-radikalisasi yang digencarkan BNPT dilakukan melalui kontra-ideologi, kontranarasi, dan kontrapropaganda," ungkap Eddy. [BSH]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.