Dark/Light Mode

Video Sekda Bali Marahi ASN Viral, Gubernur Koster: Itu Bentuk Pembinaan

Selasa, 23 September 2025 06:45 WIB
Gubernur Bali, I Wayan Koster. (Foto: Dok. Pemprov Bali)
Gubernur Bali, I Wayan Koster. (Foto: Dok. Pemprov Bali)

 Sebelumnya 
Sementara, Sekda Bali I Made Indra mengatakan, donasi ASN lingkup Pemprov Bali ini merupakan bentuk empati dan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak banjir. "Donasi yang digalang ini bersifat sukarela, disesuaikan dengan tingkat jabatan dan penghasilan pegawai," ujarnya. 

Indra menerangkan, rasa kepedulian dan kemanusiaan, ditunjukkan melalui gotong royong secara sukarela untuk membantu meringankan beban para korban banjir. Sebab itu, pihaknya menindaklanjuti imbauan gubernur dengan pedoman besaran dana gotong royong yang disesuaikan dengan tingkat jabatan dan penghasilan pegawai. 

"Pegawai dipersilahkan untuk bergotong royong lebih dari acuan, sesuai acuan, lebih rendah dari acuan, atau bahkan tidak ikut bergotong royong, karena ini bersifat sukarela," terangnya. 

Baca juga : BNPT Temukan 6.402 Konten Berbau Radikal

Hingga saat ini, total dana gotong royong yang sudah terkumpul sebesar Rp 2.534.820.000 dan sudah disalurkan sebesar Rp 390.000.000. Ia menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada pegawai yang yang telah dengan sukarela menyisihkan sebagian rejekinya untuk membantu korban banjir. 

Sebelumnya, video potongan Zoom Meeting bertajuk Pengarahan Sekda Provinsi Bali kepada Pegawai ASN, guru dan tenaga pendidik serta tenaga Kesehatan lingkup Pemprov Bali dengan nada kecewa beredar di media sosial. Dalam potongan video tersebut, Sekda Indra menyinggung ASN yang tidak setuju dengan imbauan donasi lalu menyebarkan nominal yang ditetapkan di media sosial. 

"Sampaikan dengan cara beretika sesuai kapasitas intelektualmu, jangan ketidaksetujuan lalu kamu ambil HPmu keluarkan jarimu, memberitahukan orang lain, saya pertanyakan dimana intelektualitasmu, mana kematangan mentalmu," tegas Indra. 

Baca juga : Proteksi Baja Lokal Dari Produk Impor!

Ia menilai, ulah ASN yang membocorkan nominal donasi justru memicu hujatan publik terhadap Pemprov Bali. "Kamu senang rumahmu dihina orang kamu senang rumah tanggamu dinina orang diliecehkan oleh orang," kata Indra. 

Dia pun meminta kepada para ASN Pemprov Bali agar mengedepankan etika dalam media sosial. Menurutnya, sebanyak 90 persen ASN Pemprov Bali aktif menggunakan berbagai platform, tapi sebagian besar tidak cakap memanfaatkannya. 

"Kalau cuma punya akun medsos, lalu posting-posting yang nggak jelas, ya itu namanya tidak punya literasi digital. Sebagian daripada Anda masuk dalam kategori itu," tandasnya. [KAL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.