Dark/Light Mode

Presiden Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono Diusulkan Jadi Sekjen PBB

Rabu, 24 September 2025 19:32 WIB
Ketua Dewan Direktur GREAT Institute Syahganda Nainggolan. (Foto: Dok. Great Institute)
Ketua Dewan Direktur GREAT Institute Syahganda Nainggolan. (Foto: Dok. Great Institute)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato yang mendukung PBB dalam membangun persaudaraan global, mengentaskan kemiskinan, dan pembebasan Palestina dari penjajahan Israel di depan para pemimpin dunia di Sidang Umum PBB di New York, Amerika Serikat, Selasa (22/9/2025). Momentum penting ini bisa menjadi kesempatan untuk Indonesia berperan aktif dalam mewujudkan perdamaian dunia.

Ketua Dewan Direktur GREAT Institute Syahganda Nainggolan mendorong Pemerintah Indonesia mengusulkan Presiden RI Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menjabat Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menggantikan António Guterres yang akan habis masa jabatannya..

Baca juga : Menghadap Presiden, Kepala BIN Sampaikan Informasi Penting

"Pak SBY punya pengalaman dan kepemimpinan yang luas sehingga mampu membuat PBB menjadi sentral kembali," tegas Syahganda dalam keterangannya, Rabu (23/9/2025).

Menurut Syahganda, pidato Presiden Prabowo Subianto menunjukan pentingnya PBB di suasana dunia yang penuh konflik. Kehadiran Prabowo sebagai salah satu pemimpin dunia yang progresif akan sangat terbantu jika organisasi PBB dipimpin oleh Indonesia, khususnya SBY.  

Baca juga : Presiden Jenguk Polisi Korban Kerusuhan, Polri Janji Usut Tuntas Pelaku

Syahganda menambahkan, tanda-tanda revitalisasi semangat multilateralisme mulai terlihat dalam forum PBB, di mana negara-negara besar menunjukkan solidaritas global terhadap penderitaan rakyat Palestina.  

"Beberapa negara besar seperti Inggris, Australia, Kanada, dan Prancis telah menunjukkan pengakuan terhadap negara Palestina, yang sesuai dengan semangat global kemanusiaan yang anti-penjajahan," tegasnya.

Baca juga : Presiden Indonesia Yang Full Power

Syahganda juga menilai begitu besarnya peran PBB akan menjadi sentral kembali di masa depan, meskipun tanpa Amerika Serikat. Ia berharap bahwa Indonesia dapat memainkan peran penting dalam PBB. 

"Usulan ini akan menjadi langkah penting bagi Indonesia untuk meningkatkan peran dan pengaruhnya dalam kancah internasional," pungkas Syahganda.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.