Dark/Light Mode

157 Negara Akui Palestina, Pengamat: Ini Kemenangan Diplomasi

Jumat, 26 September 2025 16:49 WIB
Pengamat geopolitik, Kolonel Dedy Yulianto. (Foto: Dok. pribadi)
Pengamat geopolitik, Kolonel Dedy Yulianto. (Foto: Dok. pribadi)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, mencatat momen bersejarah ketika 157 negara dunia menyatakan pengakuan terhadap Palestina sebagai negara berdaulat.

Meski Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak langkah tersebut, momentum itu dinilai semakin memperkuat dorongan bagi terwujudnya perdamaian di Gaza.

“Pengakuan 157 negara terhadap Palestina merupakan kemenangan diplomatik yang lahir dari spontanitas negara-negara pendukung, sebagai respon atas situasi kemanusiaan yang memprihatinkan di Gaza,” kata pengamat geopolitik, Kolonel Dedy Yulianto, dalam keterangannya, Jumat (26/9/2025). 

Baca juga : Marak Polemik MBG, YLKI Minta Pemerintah Usut Tuntas Dan Berbenah Diri

Dalam pidatonya di Sidang Umum PBB, Trump menyerukan penghentian perang di Gaza dan menekankan keterlibatan aktif negaranya dalam proses gencatan senjata. Namun, Trump juga menolak pengakuan Palestina karena hanya menguntungkan Hamas. 

Menurut Kolonel Dedy, gaya diplomasi Trump memperlihatkan peran ambigu Amerika di satu sisi mendorong perdamaian, tapi di sisi lain menahan perubahan yang substansial. 

"Trump berusaha menempatkan dirinya sebagai mediator utama, bahkan berharap meraih Nobel Perdamaian. Namun, langkah AS tetap defensif karena kuatnya pengaruh Israel dalam dinamika ini,” ujarnya.

Baca juga : Jaga Energi Di Papua Pegunungan, Pertamina Salurkan BBM Ke Kanggime Dan Balingga

Usai sidang PBB, Trump mengundang tujuh negara Timur Tengah dan Indonesia dalam Multilateral Meeting on the Middle East di Ruang Konsultasi Dewan Keamanan PBB. Negara-negara yang hadir antara lain Qatar, Yordania, Turkiye, Pakistan, Mesir, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, serta Indonesia.

Pertemuan ini membahas langkah-langkah konkret untuk mengupayakan gencatan senjata. Peran Indonesia mendapat sorotan khusus. Presiden Prabowo Subianto, dalam pidatonya di PBB menegaskan kesiapan Indonesia mengirimkan pasukan perdamaian PBB, memberikan dukungan finansial, dan mendorong rekonstruksi Gaza pascakonflik.

“Indonesia bahkan menyampaikan sikap tegas, siap mengakui Israel apabila Israel terlebih dahulu mengakui Palestina. Ini adalah bentuk diplomasi yang berimbang, yang menempatkan Indonesia sebagai aktor penting dalam percaturan perdamaian,” tegas Dedy.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.