Dark/Light Mode

Tak Lagi Gelap, Distrik Di Papua Barat Kini Sudah Teraliri Listrik

Sabtu, 18 Oktober 2025 21:47 WIB
PLTMH Kabupaten Pegunungan Arfak Mulai Dioperasikan sejak 8 Juni 2023. Foto: Dok PLTMH
PLTMH Kabupaten Pegunungan Arfak Mulai Dioperasikan sejak 8 Juni 2023. Foto: Dok PLTMH

RM.id  Rakyat Merdeka - Saat malam tiba di Distrik Kiraweri, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, cahaya lampu kini menerangi rumah-rumah warga. Dulu, hanya lampu minyak yang berkerlip samar atau suara genset yang terdengar di kejauhan.

Kini, desa itu hidup dalam terang. Elias Inyomusi Anakangi, warga Pegunungan Arfak, menceritakan pilunya hidup tanpa penerangan sejak lahir. Butuh usaha dan kreativitas agar malam hari mereka tak sepenuhnya gelap.

“Nama saya Elias Inyomusi Anakangi, Distrik Kiraweri. Dulu, waktu saya lahir di sini, kami belum punya lampu. Kami bikin api, pasang gelegar untuk jadi pelita. Kami buat tali rotan, isi minyak tanah, taruh di botol, lalu bakar untuk dijadikan sumbu. Itu yang kami pakai untuk belajar,” tutur Elias, dalam keterangan pers, Sabtu (18/10/2025).

Karena listrik belum masuk ke distrik, warga hanya mengandalkan jalan setapak kecil untuk keluar rumah, berpandukan cahaya bulan di malam hari.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, terdapat 84.276 wilayah administrasi setingkat desa di Indonesia, terdiri atas 75.753 desa dan 8.486 kelurahan.

Baca juga : Pemerintah Tepati Janji, Desa di Musi Banyuasin Kini Terang

Dari jumlah tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut masih ada sekitar 5.700 desa atau 6,76 persen yang belum teraliri listrik. Pemerintah menargetkan seluruh desa tersebut akan mendapat akses listrik pada tahun 2030.

“Zaman dulu itu susah sekali. Jalan saja cuma jalan tikus, artinya jalan kecil setapak begini saja. Baru kitong (kita) semua jalan di situ,” kenang Elias.

Kini, cahaya tak hanya datang dari alam, tetapi juga dari hasil olahan energi air. Melalui Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Anggi berkapasitas 150 kW, seluruh rumah di Distrik Kiraweri kini telah terang.

Program ini menjadi wujud nyata pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang dijalankan oleh Kementerian ESDM, dengan fokus pemerataan akses energi hingga pelosok negeri.

Bagi Elias, listrik berarti harapan baru. Dia kini bisa melihat anak-anaknya belajar lebih lama, istrinya memasak dengan nyaman, dan rumahnya terasa hidup.

Baca juga : 7 Tanda Strategi Pemasaran Otomatis Sudah Berjalan Efektif

Sebanyak 40.680 penduduk di Kabupaten Pegunungan Arfak kini telah menikmati aliran listrik untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kampung kami sekarang lebih terang. Semua rumah harus dapat listrik supaya anak-anak bisa belajar. Mama-mama bisa masak dengan lampu. Dengan cahaya seperti ini, anak-anak kami bisa pintar dan bersaing dengan suku lain,” ujar Elias.

Menurutnya, lewat tangan dingin Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, pemerataan energi nasional mulai terwujud. Warga Distrik Kiraweri kini hidup normal seperti masyarakat di kota besar.

“Terima kasih. Kami tetap NKRI, tidak ada lain. Terima kasih, Bapak Presiden. Kini desa kami lebih terang,” kata Elias haru.

Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) membangun PLTMH Anggi di Kampung Upper, Distrik Anggi, Kabupaten Pegunungan Arfak.

Baca juga : PGN Gelar Aksi Bersih Di Pantai Tanjung Pasir, Angkat 1,1 Ton Sampah Plastik

Pembangkit berkapasitas 150 kW ini merupakan bagian dari program Dedieselisasi Pembangkit, yaitu mengganti pembangkit tenaga diesel berbahan bakar fosil dengan energi baru terbarukan yang lebih andal dan ramah lingkungan.

Dibangun sejak tahun 2022, PLTMH Anggi menjadi bukti nyata upaya pemerintah dalam transisi energi bersih. Dalam kesempatan terpisah, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan komitmennya untuk meningkatkan pemerataan akses listrik, terutama bagi masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Untuk mewujudkan hal tersebut, Kementerian ESDM menjalankan Program Listrik Desa (Lisdes) periode 2025–2029, yang menargetkan elektrifikasi di 5.758 desa yang belum dilayani PLN.

Program ini mencakup pembangunan infrastruktur listrik perdesaan dan penyambungan listrik bagi sekitar 1,2 juta rumah tangga. Target tersebut sejalan dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) Tahun 2025–2034.

“Target Bapak Presiden Prabowo sekitar tahun 2029–2030, semua desa harus sudah terlayani listrik. Saat ini masih ada 5.700 desa yang belum memiliki listrik. Negara harus hadir untuk memastikan itu, dan kita harus memasang listrik bagi saudara-saudara kita,” tegas Menteri Bahlil.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.