Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Rektor UIN Jakarta Sebut Ditjen Pesantren Jadi Kado Spesial Santri Dari Presiden
Jumat, 24 Oktober 2025 13:36 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Rektor UIN Jakarta Prof. Asep Saepudin Jahar menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag). Kebijakan ini disebut sebagai kado spesial dalam momentum Hari Santri.
"Presiden Prabowo Subianto, Menteri Agama dan Wakil Menteri kembali menunjukan komitmen, kepedulian dan keberpihakannya pada pesantren dengan menyetujui pembentukan Ditjen Pesantren di Kemenag. Ini juga menjadi kado spesial dalam momentum hari santri," kata Asep kepada media, Jumat (23/10).
Menurutnya, langkah ini merupakan bentuk pengakuan substantif negara terhadap ekosistem pesantren. Ia menegaskan pesantren telah menjadi benteng utama Islam moderat yang toleran dan inklusif.
Baca juga : Cak Imin Sebut Ditjen Pesantren Kado Istimewa Di Hari Santri
Prof. Asep juga mengungkapkan bahwa ada 42.433 pesantren yang aktif dengan sekitar 4,6 juta santri di seluruh Indonesia.
"Banyak dari pesantren ini berkembang secara mandiri dengan dukungan masyarakat, dan hari ini negara hadir menunjukan keberpihakannya," tegasnya.
Pembentukan Ditjen Pesantren ini dinilai sejalan dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren. Hal ini memperkuat posisi pesantren sebagai lembaga yang memiliki peran strategis.
Baca juga : Cak Imin: Pembentukan Ditjen Pesantren Kado Bersejarah Untuk Santri
"Negara memberikan perhatian yang lebih serius dan sistematis terhadap pesantren, bukan sekadar melalui bantuan simbolik atau seremonial," jelasnya.
Rektor juga menekankan bahwa pesantren tidak boleh lagi dipandang sebagai lembaga tradisional semata. Pesantren merupakan pusat peradaban Islam Nusantara yang berperan penting.
"Pembentukan Ditjen Pesantren diperlukan sebagai langkah strategis yang mampu menjembatani kearifan lokal pesantren dengan tuntutan zaman yang serba digital dan global," paparnya.
Baca juga : Prabowo Setujui Pembentukan Ditjen Pesantren, Jadi Kado Indah Hari Santri
Kolaborasi yang erat antara pemerintah, masyarakat, dan pesantren disebut sebagai kunci keberhasilan. Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas kelembagaan pesantren.
Berbagai aspek perlu mendapat perhatian, mulai dari peningkatan mutu kurikulum, penguatan riset, hingga fasilitasi teknologi digital. Hal ini untuk memperluas jangkauan dakwah dan pendidikan.
"Masyarakat juga perlu menumbuhkan kesadaran bahwa pesantren bukan hanya tempat belajar agama, tetapi juga ruang pembentukan insan berakhlak, berilmu, dan berdaya saing," pungkas Prof. Asep.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya